Viral Video Dokter Sagiran

Empat RS Rujukan Covid-19 di Bantul Penuh, Pemkab Siapkan Rumah Sakit Darurat

Pemkab Bantul menyiapkan rumah sakit darurat karena empat RS rujukan covid-19 di Bantul telah penuh

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
RSUD Panembahan Senopati, Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Empat rumah sakit rujukan Virus Corona Covid-19 di Bantul dilaporkan telah penuh.

Keempat Rumah Sakit rujukan tersebut yakni RSUD Panembahan Senopati, RS PKU Muhammadiyah, RSPAU Hardjolukito, hingga RS Elisabeth.

Pemkab Bantul pun mengantisipasi hal tersebut dengan mendirikan rumah sakit darurat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharjo, mengatakan rencananya rumah sakit darurat ini akan berlokasi di Puskesmas Bambanglipuro lama.

Pemkab Bantul Fasilitasi 3 PDP Covid-19 di RS Nur Hidayah ke RS Sardjito dan RS UII Bantul

Beredar Video dr Sagiran Memohon-mohon Agar Pasien PDP COVID-19 Kritis di Bantul Dapat RS Rujukan

Nantinya, PDP Covid-19 bergejala ringan dan pasien dengan hasil rapid test positif, direncanakan bakal di rawat di RS darurat tersebut.

"Kalau keadannya memburuk, baru dibawa ke rumah sakit rujukan. Sehingga, mekanisme dan tahapannya menjadi semakin tertata. Kalau dianalogikan dengan Jakarta, mungkin ini nanti semacam Wisma Atlet," katanya, Senin (30/3/2020).

Berbagai persiapan pun dilakukan Dinas Kesehatan Bantul, supaya rencana tersebut dapat secepatnya terealisasi.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau kesiapan RSPAU dr S Hardjolukito untuk merawat pasien Covid-19, Senin (23/3/2020).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau kesiapan RSPAU dr S Hardjolukito untuk merawat pasien Covid-19, Senin (23/3/2020). (istimewa)

Di antaranya yakni dengan melengkapi beberapa sarana dan prasarana, seperti pemindahan kasur rawat dari Puskesmas lain yang bisa dialihkan untuk menunjang RS darurat.

Kemudian, lanjut Agus, masalah ketenagaan juga akan dilakukan relokasi, baik dari fasilitas kesehatan milik Pemkab maupun sumberdaya Dinas Kesehatan yang bakal dikerahkan untuk turun gunung, seandainya tenaga yang dibutuhkan masih belum mencukupi.

"Mereka yang sesuai kompetensinya, seperti bidan, perawat, dokter dan sebagainya, mungkin akan kita realokasikan sementara ke RS darurat," ujarnya.

"Selebihnya, apabila terjadi kekurangan, kita akan upayakan menggandeng relawan, agar bisa membantu di sini untuk melayani pasien yang mungkin jumlahnya bisa sampai 100 orang," tambah Agus.

Penjelasan BPBD DIY dan Gugus Tugas Covid-19 DIY Terkait Ribuan APD dan Rapid Test yang Menumpuk

Stok Darah PMI DIY Turun 60 Persen, PMI Yakinkan Tidak Ada Kaitan Donor Darah dengan Corona

Menurutnya, rencana ini akan dibahas secara intensif dalam rapat gugus tugas penanganan Covid-19 Bantul yang sedianya bakal digulirkan pada Selasa (31/3/2020) besok.

Ia menandaskan, jikalau persetujuan sudah didapat, maka RS darurat ini bisa segera direalisasikan.

"Setelah disepakati, saya kira satu minggu setelahnya kita sudah bisa operasikan. Begitu disetujui, kami akan realokasi peralatan penunjang dan tenaga. Maksimal ya, kami butuh waktu satu minggu," tegasnya. (*)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved