Update Corona di DI Yogyakarta

14 Ribu Orang dari Jabodetabek Dilaporkan Mudik ke Kampung Halaman, DIY Jadi Salah Satu Tujuan Utama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyebut ada 14.000 orang dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang mudik ke kampung halamannya

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi: Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah dikabarkan tengah menggelar rapat untuk mengatur kebijakan seputar mudik saat Lebaran mendatang.

Sejumlah opsi dilaporkan sedang digodog pemerintah, termasuk larangan mudik ke kampung halaman saat kondisi darurat penyebaran virus corona.

Hal yang juga dibahas adalah terkait wacana pelarangan warga yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) untuk pulang ke kampung halaman.

Kebijakan itu semua dimaksudkan demi mencegah meluasnya penyebaran virus corona ke sejumlah daerah.

Aturan Baru Kemenpan RB: PNS Kerja dari Rumah (WFH) hingga 21 April 2020 dan Dilarang Mudik

Warga Dusun di Bantul Perketat Pendatang dan Pemudik

Namun, beberapa daerah dikabarkan telah mendata sejumlah pemudik dari Jakarta dan sekitarnya yang nekat pulang kampung lebih awal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyebut ada 14.000 orang dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang mudik ke kampung halamannya dengan menggunakan bus dalam 8 hari terakhir.

"Selama 8 hari terakhir ini ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Presiden Jokowi yang didampingi Menlu Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti KTT Luar Biasa G20 Secara Virtual Bahas Virus Corona
Presiden Jokowi yang didampingi Menlu Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti KTT Luar Biasa G20 Secara Virtual Bahas Virus Corona (Twitter @Jokowi)

Jumlah itu belum termasuk arus mudik dini yang menggunakan moda transportasi lainnya, seperti kereta api, kapal laut, pesawat serta mobil pribadi.

Presiden menyebut arus mudik yang terjadi jauh sebelum lebaran ini disebabkan karena warga terdampak physical distancing sebagai upaya pencegahan virus corona Covid-19.

Para warga yang mudik itu rata-rata adalah pekerja informal yang mengandalkan pendapatan harian.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved