Jawa

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkab Klaten Tiadakan Hajatan Warga dan Sadranan

Bagi warga yang punya hajatan menikahkan anaknya yang diperbolehkan hanya ijab qobul, sedangkan resepsi pernikahan dilarang.

Dokumentasi Pemkab Klaten
Pemerintah Kabupaten Klaten mengambil sejumlah keputusan penting pada hasil rapat koordinasi pengendalian Covid 19 yang dipimpin langsung Bupati Klaten Sri Mulyani di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis, 26 Maret 2020. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Untuk mencegah peredaran virus Corona, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten membuat beberapa keputusan penting antara lain hajatan warga  serta acara tradisi Sadranan beserta rangkaiannya untuk menyambut datangnya bulan Ramadan 1441 H ditiadakan.

Bagi warga yang punya hajatan menikahkan anaknya yang diperbolehkan hanya ijab qobul, sedangkan resepsi pernikahan dilarang. 

Hal tersebut menjadi kesepakatan penting hasil rapat koordinasi pengendalian penyakit covid 19 yang dipimpin langsung Bupati Klaten Sri Mulyani di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis, 26 Maret 2020.

Diskominfo Klaten Nonaktifkan Wifi untuk Cegah Kerumunan

Beberapa keputusan penting tersebut diambil dalam rakor yang berlangsung cukup lama sekitar 5 jam dimulai pukul 10.00 WIB dan selesai sekitar pukul 15.00 WIB. 

Rakor pengendalian penyakit Covid 19 Kabupaten Klaten juga dihadiri Forkompimda Klaten masing-masing Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kapolres Klaten Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo, Dandim 0723 Klaten Letkol Infanteri Minarso, Kepala Kejaksaan Negeri Klaten Edi Utama, Ketua Pengadilan Negeri Klaten Albertus Usada. 

Acara dipandu Sekda Klaten Jaka Sawaldi dan Ketua Gugus Tugas (Gugas) Pengendalian Penyakit Covid 19 Kabupaten Klaten dr Ronny Roekmito.

Kemudian juga dihadiri semua perwakikan rumah sakit yang ada di Klaten seperti dari RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSUD Dr Soedjarwadi Klaten, RSUD Bagas Waras Klaten, RSI Klaten, RS PKU Muhammadiyah Jatinom dan rumah sakit lainnya.

Kemudian juga pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Klaten seperti Basuno perwakilan Agama Islam, Wisnu Hendrata perwakilan Agama Hindu, Pendeta Harno Sakino dari Agama Kristen dan juga dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Klaten. 

Gejala Virus Corona Selain Batuk dan Sesak Napas, Berdasarkan Pengalaman Pasien Positif COVID-19

Bupati Klaten Sri Mulyani juga mengatakan, hasil rakor lainnya yakni warga dilarang memposting informasi terkait virus corona baik berupa tulisan, foto dan video yang belum pasti kebenarannya, Car Free Day (CFD) ditiadakan dan wifi milik Pemkab Klaten di tempat umum dinonaktifkan.

Untuk pendidikan Play grup, TK, PAUD, SMP, SMA belajar di rumah diperpanjang sampai 14 April 2020.  

"Untuk mengantisipasi warga yang mudik, penanganannya agar Kades, RT, RW kerjasama dengan tim medis dan paramedis. Menyikapi perusahaan yang masih mempekerjakan karyawannya, agar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klaten melakukan sidak supaya perusahaan di Klaten menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," kata Sri Mulyani.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Klaten Sri Mulyani juga menyampaikan, ketahanan pangan di Kabupaten Klaten aman sampai sampai akhir tahun 2020.

Agar semua OPD tingkat Kabupaten Klaten, OPD tingkat Kecamatan dan Pemerintah Desa/Kelurahan membuat bilik sterilisasi untuk pencegahan virus Corona.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved