Update Corona di Klaten

Bupati Klaten Perintahkan ASN Tetap Kerja 

Untuk ASN yang sakit diizinkan melaksanakan bekerja dari rumah dan ASN yang berasal dari zona merah virus corona juga diperbolehkan WFH.

Dokumentasi Pemkab Klaten
Dalam rakor pengendalian Covid-19, Bupati Klaten Sri Mulyani memerintahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Klaten tetap bekerja seperti biasa mulai pukul 07.10 WIB sampai 15.30, karena Klaten masih aman dari virus Corona atau Covid-19. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten Sri Mulyani juga menyatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) Klaten tetap bekerja seperti biasa mulai pukul 07.10 WIB sampai 15.30, karena Klaten masih aman dari virus Corona atau Covid-19

Meski demikian khusus untuk ASN yang sakit diizinkan melaksanakan Work From Home (WFH)  atau bekerja dari rumah dan ASN yang berasal dari zona merah virus corona juga diperbolehkan WFH.  

"Rakor pengendalian virus Corona juga menyepakati, agar Dinas Kesehatan Klaten terus melakukan sosialisasi istilah-istilah dalam penanganan virus Covid 19 seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), suspek covid 19, Kondisi Luar Biasa (KLB), lockdown dan tidak lockdown serta istilah lainnya," kata Bupati Klaten Sri Mulyani.

Kemudian Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten juga sudah membuat Surat Edaran (SE) ke 844 masjid yang ada di Klaten agar melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid 19.

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkab Klaten Tiadakan Hajatan Warga dan Sadranan

Pada rakor tersebut, tegas Bupati Klaten Sri Mulyani, diperintahkan kepada Camat se Klaten segera membentuk gugus tugas pengendalian penyakit covid 19 tingkat kecamatan dan Kepala Desa/ Kepala Kelurahan se Klaten juga membentuk gugus tugas pengendalian virus Covid-19.

Tugas gugus tugas tingkat kecamatan dan desa diantaranya mendata warga yang mudik dari luar kota dan disarankan agar melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dan jika ada yang sakit batuk, pilek disertai demam tinggi  agar segera memeriksakan kesehatan ke rumah sakit.  

Ditambahkan, untuk pelayanan di Kantor Urusan Agama (KUA) tetap dilaksanakan, namun jika ada yang akan ijab qobul hanya boleh dihadiri 10 orang.

Kemudian KUA juga melaksanakan protokol kesehatan pencegahan covid 19 dengan menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun dan hand sanitizer. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved