Polres Gunungkidul Akan Bubarkan Paksa Warga yang Nekat Gelar Hajatan

Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan, telah meminta seluruh jajarannya hingga tingkat Polsek agar menerapkan aturan tersebut.

Polres Gunungkidul Akan Bubarkan Paksa Warga yang Nekat Gelar Hajatan
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Polres Gunungkidul meminta masyarakat untuk tidak menggelar acara atau hajatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

Imbauan ini diberikan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona COVID-19 di wilayah Gunungkidul.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan, telah meminta seluruh jajarannya hingga tingkat Polsek agar menerapkan aturan tersebut.

"Kami minta seluruh jajaran untuk mengimbau masyarakat secara humanis dan persuasif agar tidak menggelar acara dulu," kata Agus lewat keterangan tertulisnya pada Kamis (26/03/2020).

UPDATE Rincian Sebaran Kasus Virus Corona Covid-19 di Wilayah DIY

Kronologi Bayi Berusia 4 Bulan di Kulonprogo Positif Terjangkit Virus Corona Covid-19

Selain memberikan imbauan ke masyarakat, Agus juga meminta seluruh Polsek hingga jajaran Sat Intelkam untuk tidak memberikan izin keramaian terlebih dahulu.

Menurut Agus, aturan ini berlaku untuk semua kegiatan, acara, atau hajatan tanpa batasan jumlah minimal pesertanya.

Kebijakan ini sesuai dengan aturan pemerintah saat ini terkait imbauan social distancing dan physical distancing.

Agus memperingatkan akan membubarkan paksa kegiatan atau hajatan yang tetap diselenggarakan pasca aturan diberlakukan.

"Apabila tetap membandel, akan kami bubarkan paksa dan sesuai undang-undang bisa dipidana," tegasnya.

Sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaporkan satu warga terkonfirmasi positif COVID-19.

Hal tersebut diketahui dari data terbaru pada Rabu (26/03/2020).

Komunitas Penjahit Jogjakarta (KPJ) Peduli Virus Corona

Mengatasi Kecemasan Saat Mengisolasi Diri di Tengah Isu Corona

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan warga tersebut berasal dari Kecamatan Ponjong.

Belum lama ini warga itu memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta.

"Pasien masih di rumah, besok (hari ini) akan dijemput RSUD Wonosari," kata Dewi melalui pesan singkat kemarin malam.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved