Pembebasan Lahan Proyek Tol Yogyakarta-Solo Mundur dari Jadwal Semula

royek pengerjaan Tol Yogyakarta-Solo dipastikan mundur dari jadwal semula. Tahapan pembebasan lahan yang seharusnya berakhir April

Pembebasan Lahan Proyek Tol Yogyakarta-Solo Mundur dari Jadwal Semula
IST
Desain Tol di Sariharjo Garis Ungu Desain lama Garis Hijau Desain Baru 

Namun, terpaksa harus diundur lantaran menunggu kondisi kembali membaik.

Padahal, lanjut Teknyo, ada 25 KK yang menanti kejelasan penetapan lahan tersebut.

"Karena kami juga harus mikir ke depan mau cari tempat tinggal di mana lagi. Kalau seperti ini ya gantung. Kami memaklumi adanya virus Corona saat ini,"imbuhnya.

Teknyo memiliki lahan seluas 170 meter persegi.

Lahan tersebut digunakan untuk berjualan soto yang berada di Jalan Jogja-Solo Km 13.

Wilayah Purwomartani Kalasan Sleman
Wilayah Purwomartani Kalasan Sleman (Googleearth)

"Luasnya 170 meter persegi. Tapi kan belum pasti berapa meter nanti yang terkena dampak,"ujarnya.

Pria usia 58 tahun ini berharap, jika ada kesepakatan, pihaknya menginginkan tanah miliknya supaya dihargai sebesar Rp 20 juta per satu meter.

"Karena lahan ini saya gunakan untuk berdagang, kalau dibebaskan untuk jalan tol, terus sumber penghasilan saya dari mana?"tutur bapak tiga anak ini.

Alasan kedua, menurut Teknyo, proyek tol arahnya bisnis, maka dari itu ia meminta supaya pemerintah juga perhatikan rakyat kecil seperti kami.

"Yang lewat jalan tol itu kan rata-rata kalangan ekonomi menengah ke atas. Khusus yang punya mobil, beda dengan jalan Provinsi. Jadi ya itu pertimbangan kami,"pungkasnya. (Tribun Jogja.com | Miftahul Huda )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved