Kulon Progo

Pasien Positif Virus Corona Kulon Progo Masih Berusia Empat Bulan

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo resmi mengumumkan melalui laman https://kulonprogokab.go.id/corona/ bahwa terdapat satu pasien positif Covid-19

Pasien Positif Virus Corona Kulon Progo Masih Berusia Empat Bulan
https://www.cdc.gov/
virus corona 

Selain bayi yang dinyatakan positif tersebut, diketahui di RSUD Wates saat ini juga masih merawat tiga PDP lainnya.

Pasien tersebut sudah diambil sampel spesimennya dan saat ini masih dalam proses Laboratorium. ( Tribunjogja.com | Andreas Desca Budi Gunawan )

UPDATE Terbaru Pasien Virus Corona di Indonesia, Jakarta, Jawa Tengah, Jabar dan Yogyakarta

Laman Tanggap Virus Corona Kulon Progo
Laman Tanggap Virus Corona Kulon Progo (https://kulonprogokab.go.id/)

Sleman

Kasus positif Covid-19 di DIY per 25 Maret 2020 mengalami penambahan sejumlah 12 kasus.

Dari jumlah tersebut, separuh pasien beralamat di Kabupaten Sleman. Sisanya warga Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul masing-masing satu, kemudian dua orang warga Kota Yogyakarta dan seorang lagi warga Kebumen Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Joko Hastaryo menjelaskan hasil pemeriksaan lab di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, ada tambahan enam PDP dinyatakan positif yang beralamat di Sleman.

Adapun rincian asal pasien positif itu yakni warga Kecamatan Gamping, Ngaglik, Ngemplak dan Kecamatan Kalasan di mana masing-masing satu orang. Kemudian dua orang sisanya adalah warga Kecamatan Depok.

"dua orang warga Kecamatan Depok termasuk satu orang yang meninggal di RS Bethesda dua hari lalu," ujarnya.

Atas kasus tersebut, Dinkes Slema melakukan upaya tracing sesuai panduan dari kementerian kesehatan. Tracing dilakukan untuk menemukan seseorang yang pernah kontak dengan pasien dengan maksud memutus rantai penularan.

Joko menjelaskan, tim tracing harus dipecah menjadi enam sub tim agar bisa secara cepat menjangkau semuanya.

"Sebisa mungkin tetap by phone. Bila tidak mungkin by phone baru kunjungan rumah di saat pagi atau siang hari, saat ada sinar matahari," imbuhnya. ( Tribunjogja.com | Santo Ari )

Penulis: Tribun Jogja
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved