Kota Yogya

6 Petugas Gedongtengen Sempat Isolasi Mandiri Pasca Periksa Kasus Positif Covid-19

Enam petugas tersebut memiliki gejala COVID-19, mulai demam, batuk, juga pilek.

6 Petugas Gedongtengen Sempat Isolasi Mandiri Pasca Periksa Kasus Positif Covid-19
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Petugas Puskesmas Gedongtengen sempat mengisolasi diri selama 14 hari setelah memeriksa kasus positif nomor 3 COVID-19 pada 3 Maret 2020 lalu. 

Kepala Puskesmas Gedongtengen, Tri Kusumo Bawono mengungkapkan ada enam petugas yang memiliki gejala COVID-19, mulai demam, batuk, juga pilek.

Enam petugas tersebut terdiri dari dua dokter, satu perawat, dua petugas administrasi, dan satu tenaga kebersihan.

"Memang benar ada enam petugas yang kemarin sakit setelah merawat pasien kasus positif nomor 3 COVID-19. Mereka sudah mengisolasi diri, dan kemarin juga sempat diswab, tetapi sampai sekarang belum diperiksa," ungkapnya, Kamis (26/03/2020).

UPDATE Virus Corona Hari Ini, Pasien Positif COVID-19 Bertambah 103 Orang, DIY Belum Ada Penambahan

Ia melanjutkan, dari enam petugas yang mengisolasi diri, empat diantaranya sudah mulai bekerja, sementara satu dokter dan satu perawat masih isolasi diri di rumah. 

"Kami tidak menunggu hasil tes swab, karena sampai saat ini belum diperiksa dan harus menunggu. Setelah inkubasi selesai, dan tidak ada gejala baru boleh aktivitas. Kemarin sudah saya tanyakan, tidak ada gejala, jadi boleh masuk. Kalau tidak ya kami kekurangan tenaga,"lanjutnya.

"Yang paling parah perawat, karena ada penyakit pemberatnya. Sudah periksa ke rumah sakit dan diberikan surat untuk istirahat sampai akhir bulan. Yang satu dokter masih isolasi diri, mengobati sendiri,"sambungnya.

Tri Kusumo merasa prihatin sebab alat pelindung diri (APD) Puskesmas Gedongtengen sangat minim, bahkan terpaksa mengenakan jas hujan dan memodifikasi helm untuk menutupi wajah.

Apalagi saat ini puskemas menjadi fasilitas layanan kesehatan pertama untuk memeriksakan diri. 

Kenali Perbedaan Batuk Gejala Virus Corona Covid-19 dengan Batuk TBC

"Sekarang ada aturan agar warga memeriksakan diri ke puskemas setelah bepergian luar kota. Kami menghadapi pasien yang tidak tahu kondisnya. APD saja terbatas. Seharusnya kalau tidak ada gejala ya karantina sendiri selama 14 hari. Kalau udah ada gejala baru ke puskemas. Kalau semua ke puskemas, yang tidak sakit malah bisa jadi sakit," terangnya. 

Puskemas Gedongtengen berencana memberlakukan sistem kerja 50:50.

Artinya sebagian petugas bekerja di puskesmas dan sebagian lagi di rumah.

Dengan demikian, dapat mengurangi risiko petugas puskesmas terpapar COVID-19. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved