Gunungkidul

Disperindag Gunungkidul Upayakan Stok Gula Pasir Tersedia Jelang Bulan Puasa

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul mengupayakan agar stok gula pasir kembali tersedia dalam waktu dekat. Sebab sejumlah dae

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul mengupayakan agar stok gula pasir kembali tersedia dalam waktu dekat. Sebab sejumlah daerah disebut sudah mendapatkan persediaan.

Hal ini terkait dengan kelangkaan stok diikuti dengan melambungnya harga gula pasir selama beberapa waktu terakhir.

"Berdasarkan informasi yang diterima, kami optimis pada bulan puasa hingga Lebaran nanti stok gula pasir sudah tersedia," kata Kepala Disperindag Gunungkidul Johan Eko dihubungi pada Selasa (24/03/2020).

BREAKING NEWS : Sulit Didapat, Harga Gula Pasir di Gunungkidul Semakin Mahal

Johan mengatakan, kelangkaan gula pasir saat ini lebih disebabkan oleh masa panen dan giling tebu yang belum dilakukan.

Sedangkan pasokan gula saat ini mengandalkan stok impor yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Meskipun demikian, Johan terus berkoordinasi dengan BULOG dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY terkait masalah ini. Pemantauan pun terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan gula pasir.

"Kami mengupayakan dan terus berkoordinasi agar gula pasir segera terdistribusi di Gunungkidul," jelasnya.

Sementara ini, Johan pun mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam berbelanja dan menggunakan gula pasir untuk konsumsi sehari-hari.

Dispar Gunungkidul Ijinkan Pengelola Wisata Lakukan Penutupan Sementara

Kelangkaan dan kenaikan harga gula pasir juga menjadi keresahan bagi para pedagang.

Harga gula pasir di tingkat pemasok saat ini berada di kisaran Rp 18 ribu hingga 19 ribu per kilogram.

Trisna, salah satu pemilik toko kelontong di Patuk memilih untuk mengurangi persediaan gula pasir yang ia jual.

Sebab ia khawatir harga nantinya tiba-tiba menjadi turun.

"Biasanya saya beli 1 kuintal karung gula pasir, sekarang hanya 10 sampai 20 kilogram saja untuk dijual," papar Trisna.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved