Sains

Dampak Wabah Covid-19, Astronot Dikarantina Sebelum ke Luar Angkasa

Juru bicara NASA, Stephanie Schierholz, mengatakan di hari-hari biasa pun para astronot melalui proses "stabilisasi kesehatan" sebelum peluncuran.

nasa.gov
ILUSTRASI 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON DC - Wabah virus Corona juga berdampak besar untuk misi luar angkasa.

Karantina untuk mencegah penularan virus corona tidak hanya berlaku untuk para penduduk di bumi, tapi juga astronot yang hendak menjalankan misinya.

Dua kosmonot Rusia dan seorang astonot Amerika Serikat (AS) menjalani minggu-minggu terakhirnya di Bumi dalam karantina, sebelum meluncur ke luar angkasa pada 9 April.

Para astronot itu dijadwalkan menjalani misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional selama enam bulan.

Dampak Pandemi Virus Corona, Olimpiade Tokyo 2020 Akan Ditunda Hingga Tahun Depan

Mereka akan diluncurkan dari landasan di Kazakhstan, dan kru Expedition 63 ini akan meninggalkan Bumi tanpa banyak keriuhan di kosmodrom Baikonur dan upacara di Moskwa.

Sebab, dunia, sedang berusaha mengekang penyebaran penyakit Covid-19 melalui social distancing dan lockdown di beberapa negara.

"Kami siap untuk pergi, kami sehat, kami telah diuji dengan sangat baik oleh tim medis," kata astronot AS Chris Cassidy pada Senin (23/3/2020) dalam sebuah video di tempat karantina.

UPDATE Jumlah Kasus Virus Corona di Indonesia, Hingga 23 Maret Tersebar di 22 Provinsi

"Kami akan memantau (virus corona) dari luar angkasa dan kami sangat ingin tahu pada Oktober ketika pulang, seperti apa dunia saat itu."

"Seperti yang Anda ketahui, selama sebulan terakhir ini, situasinya terus berubah setiap hari menjadi semakin buruk."

"Kami ikut prihatin pada semua orang di dunia yang menghadapi krisis ini," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved