Kulon Progo

Pascakebocoran 1 Ton Cairan Penjernih Air, PDAM Tirta Binangun Tebar Ribuan Benih Ikan di Sungai

Pascakebocoran 1 Ton Cairan Penjernih Air, PDAM Tirta Binangun Tebar Ribuan Benih Ikan di Sungai

Pascakebocoran 1 Ton Cairan Penjernih Air, PDAM Tirta Binangun Tebar Ribuan Benih Ikan di Sungai
Tribun Jogja/Andreas Desca
Penebaran benih ikan di sungai Sermo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun Kulon Progo, Minggu (22/3/2020) menebar ribuan benih ikan di Sungai Sermo ataupun yang sering disebut Sungai Ngrancah, Dusun Sermo, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap.

Penaburan ribuan benih ikan berjenis Nila tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati hari air sedunia dan juga sebagai upaya mengembalikan ekosistem sungai pascatercemar cairan kimia akibat kebocoran pipa PDAM Tirta Binangun beberapa waktu lalu.

"kami melaksanakan kegiatan tebar benih ikan nila sebanyak 6.000 ekor, yang mana juga sebagai upaya kami mengembalikan habitat ikan di sini setelah kejadian tempo hari," kata Direktur Utama PDAM Tirta Binangun, Jumantoro.

Sebelumnya pada Selasa (11/2/2020), tempat pengolahan air milik PDAM Tirta Binangun wilayah Sermo mengalami kebocoran.

Alhasil, bahan kimia penjernih air yakni Poly Alumunium Chloride (PAC) yang ditampung dalam sebuah bak dengan jumlah mencapai satu ton tersebut mengalir ke sungai melalui saluran pembuangan.

Akibatnya berbagai jenis ikan mulai dari Sidat, Wader, Nila dan Nilem yang secara alami menghuni aliran sungai tersebut akhirnya mati.

Jumantoro dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa pascaperistiwa tersebut, PDAM langsung melakukan langkah-langkah antisipatif.

Dispar Gunungkidul Ijinkan Pengelola Wisata Lakukan Penutupan Sementara

Stok Darah Kulon Progo Turun Drastis, PMI Imbau Warga Donor Darah di Kantor PMI

Langkah antisipatif yang dimaksud yakni dengan menutup saluran pembuangan yang langsung mengalir ke Sungai.

"Kalau nanti kembali terjadi kebocoran itu tidak akan masuk ke sungai karena selokan yang mengalir ke sungai sudah kita tutup," paparnya.

Langkah antisipatif dan penebaran benih ikan tersebut menurutnya merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap peristiwa yang terjadi tersebut.

Di sisi lain, Sujoko (50) salah satu warga Hargowilis yang ikut serta dalam pelaksanaan tebar benih ikan mengharapkan melalui kegiatan ini, ekosistem sungai dapat kembali seperti sedia kala.

Dia juga menyampaikan khususnya bagi masyarakat yang sering mencari ikan untuk tidak menangkap ikan di wilayah tersebut dengan alat-alat yang dilarang seperti setrum, bahan kimia dan alat-alat sejenisnya.

"Biarkan ikan-ikan tersebut hidup, besar dan berkembang biak terlebih dahulu. Jika terlanjur kena kail pancing atau jaring, lebih baik dilepas," ujarnya. (Tribunjogja/Andreas Desca)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved