Kota Yogya

Kemenag Kota Yogya Batasi Jumlah Keluarga Saat Ijab Kabul KUA Hanya 10 orang

Kementerian Agama Kota Yogyakarta membatasi jumlah keluarga yang hadir saat pelaksanaan ijab kabul di Kantor Urusan Agama (KUA).

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Agama Kota Yogyakarta membatasi jumlah keluarga yang hadir saat pelaksanaan ijab kabul di Kantor Urusan Agama (KUA). 

Kepala Kemenag Kota Yogyakarta, Nur Abadi mengakui ada perubahan prosedur pelayanan setelah merebaknya COVID-19.

Kemenag Kota Yogyakarta membatasi keluarga yang hadir dalam ijab kabul hanya 10 orang saja. 

Pihaknya tidak melakukan pelarangan untuk menikah.

Sederet Selebritas yang Menunda Resepsi Pernikahan untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona

Sebab hal itu sulit dilakukan, untuk itu Kemenag Kota Yogyakarta hanya menerapkan pembatasan jumlah keluarga saja.

"Kalau imbauan untuk tidak menikah (pasca merebaknya COVID-19) tidak ada, itu hal yang sulit. Kami hanya membatasi keluarga saja sesuai dengan aturan kesehatan. Untuk mempelai yang menikah di kantor kami, keluarga dibatasi maksimal 10 orang," katanya, Minggu (22/03/2020).

"Sampai hari ini kami belum ada pembatalan nikah. Kami minta penghulu, pengatin pria, dan wali memakai sarung tangan, juga masker," sambungnya.

Dengan merebaknya COVID-19, Kemenag Kota Yogyakarta juga menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer.

Sehingga setiap pengunjung yang datang bisa mencuci tangan terlebih dahulu.

Kenali Perbedaan Batuk Biasa, Batuk TBC dan Batuk karena Virus Corona

Selain Kemenag Kota Yogyakarta, KUA di Kota Yogyakarta juga harus menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer.

Terpisah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Umbulharjo, Handri Kusuma menambahkan pelayanan di KUA Umbulharjo masih tetap berjalan.

Sejauh ini juga belum ada calon pengantin yang membatalkan ijab kabul karena COVID-19.

"Ada beberapa pasangan yang akan menikah, tetapi belum ada yang melakukan pembatalan ijab kabul. Kami hanya memberikan pengertian saja, untuk ijab kabul di KUA dibatasi 10 orang saja, mencuci tangan, mengenakan masker. Bagi penghulu, pengantin pria, dan wali mengenakan sarung tangan," tambahnya.

"Kami berharap mempelai mengerti,karena memang situasinya sekarang seperti ini. Pelayanan tetap berjalan normal," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved