Bisnis
Konsumsi dan Penyaluran BBM & LPG Relatif Stabil
Kondisi suplai dan konsumsi BBM maupun LPG di wilayah Kota Yogyakarta dan Bantul terpantau masih relatif stabil terkait makin meluasnya virus korona.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kondisi suplai dan konsumsi BBM maupun LPG di wilayah Kota Yogyakarta dan Bantul terpantau masih relatif stabil terkait makin meluasnya virus korona.
Sales Branch Manager I Pertamina Yogyakarta M Ali Akbar Felayati mengatakan tak ada penurunan atau kenaikan yang signifikan.
"Kodya dan Bantul, dari sisi konsumsi BBM masih relatif stabil, tidak ada penurunan signifikan atau kenaikan signifikan. Kodya sendiri untuk penyaluran BBM, contohnya pertalite ada di kisaran 70-110 kiloliter per hari, itu masih normal," jelasnya akhir pekan kemarin.
• Pasca Erupsi Gunung Merapi, Operasional dan Sarfas Pertamina Berjalan Normal
Ali juga mengatakan, penurunan kunjungan wisata di wilayah Yogyakarta juga belum terlalu berpengaruh pada konsumsi BBM maupun LPG. Pihaknya mencatat, konsumsi harian tak begitu bergeser.
"Belum berpengaruh, mungkin karena orang yang tinggal masih banyak dan aktivitasnya belum terlalu bergeser kalau dilihat dari data konsumsi harian," terangnya.
Meski secara keseluruhan konsumsinya tidak berubah, kata Ali pada Desember-Maret memang terjadi penurunan.
"Karena memang low season. Tapi proporsi tidak berubah di Kota Yogya dan Bantul. Semuanya masih stabil, solar juga cuma beberapa hari saja ada kenaikan dan hanya saat weekend, tidak siginifikan," terang Ali.
Perubahan kenaikan dan penurunan pun tidak lebih dari 10 persen.
"Fluktuatif, kadang turun kadang naik. Kemarin karena low season saja. Dari high season dari Desember setelah liburan penurunan cukup signifikan. Angkanya di kisaran 14-15 persen penurunannya. Tapi dari setelah turun sampai sekarang normal, konsumsi normal dan suplai juga normal," ujarnya.
• Pertamina Bakal Terapkan Sistem Baru Pengisian BBM, Konsumen Tak Lagi Bisa Mengisi Full Tank
Ali juga menjelaskan, pihaknya juga telah menyiapkan rencana alternatif untuk keadaan darurat jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
"Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sudah disiapkan rencana alternatif emergency. Dari titik-titik mana BBM dan LPG bisa disuplai sebagai cadangan. Jadi sudah kita siapkan sebagian besar," tuturnya.
Sementara di lingkungan internal Pertamina juga melalukan antisipasi.
Persiapan yang dilakukan kata Ali, salah satunya cek suhu tubuh dan menyediakan hand sanitizer.
"Ketika ada visitor ke kantor Pertamina kita ada cek suhu, dan hand sanitizer," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sales-branch-manager-i-pertamina-yogyakarta-m-ali-akbar-felayati-2.jpg)