5 Cara Memberi Tahu Anak Tentang Wabah Virus Corona
Sebagai orang dewasa, perlu membicarakan virus corona pada anak-anak dengan bahasa yang mudah dipahami.Berikut cara menjelaskan virus corona pada anak
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Rina Eviana
5 Cara Memberi Tahu Anak Tentang Wabah Virus Corona
TRIBUNJOGJA.COM - Wabah virus corona menjadi pandemi global di seluruh dunia. Universitas dan sekolah sementara diliburkan. Beberapa universitas di Indonesia, juga mulai memberlakukan pembelajaran secara online.
Mengutip dari Kompas.com, kasus pasien positif corona meninggal di Solo menjadi kasus pertama yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah.
Wali Kota Surakarta FX Rudy Hadi Rudyatmo menetapkan Solo dalam status kejadian luar biasa (KLB) virus corona atau COVID-19, Jumat (13/3/2020) malam.
Hasil penetapan KLB yaitu kegiatan belajar dan mengajar (KBM) dari SD sampai SMP sementara diliburkan dan belajar di rumah. Selain itu kegiatan lain ditunda.
Anak-anak yang belum paham mengenai penyakit pasti akan bertanya apa itu virus corona atau COVID-19. Biasanya mereka akan bertanya apapun tentang virus corona.
Sebagai orang dewasa, perlu membicarakan virus corona pada anak-anak dengan bahasa yang mudah dipahami.
"Anak-anak butuh rasa aman dan tidak khawatir," ucap Katie Ryder,dokter keluarga di Kaiser Permanente wilayah Atlantik tengah, mengutip dari nationalgeographic.com.
"Itu peran terbesar kita sebagai orang dewasa tepercaya dalam kehidupan anak-anak, untuk membantu mereka melakukan itu." ucap Ryder.
Berikut beberapa menjelaskan virus corona pada anak-anak, mengutip dari nationalgeographic.com:
1. Menjawab jujur
Sebagai anak-anak mungkin tidak akan bertanya tentang apa itu virus corona.
Namun sebagain anak-anak butuh jawaban dari orang dewasa untuk mendiskusikan penyakit ini.
Sebagai orang tua bicarakan dengan jujur mengenai virus corona dan apa yang terjadi. Tetapi jangan sampai menakuti mereka berlebihan.
"Ketika mereka bertanya, jawablah dengan jujur namun jangan menakuti anak-anak dengan virus tersebut." ucap Rebecca Goertzel, kepala sekolah di Sekolah Dasar Chautauqua di Pulau Vashon, WA, di lepas pantai Seattle.
Berikan contoh melalui berita televisi atau media sosial, tentang informasi terbaru perkembangan virus corona.
• Panduan Tanya Jawab Novel Coronavirus (COVID-19) WHO yang Perlu Kamu Tahu
2. Bersikaplah biasa jangan memperlihatkan kepanikan
Anak-anak bisa memahami perasaan orang dewasa. Mereka dapat melihat perilaku orang tuanya jika ada suatu hal.
Sebagai orang tua, jangan terlihat khawatir dan gugup. Rasa khawatir ini muncul ketika melihat siaran televisi maupun kabar virus corona di media sosial.
Ryder menganjurkan orang tua supaya tidak panik dalam menanggapi virus corona.
Bicarakan dengan tenang tentang apa yang terjadi. Yakin pada anak-anak tentang orang-orang yang berjuang untuk sembuh dari virus corona.
"Anak-anak perlu tahu bahwa orang dewasa bekerja bersama untuk memastikan anak-anak aman," kata Rebecca Goertzel.
• Kisah dan Kesaksian Para Pasien Virus Corona (COVID-19) yang Berhasil Sembuh
3. Berikan panduan menyenangkan
Salah satu cara untuk membuat anak-anak merasa tenang karena orang dewasa memberi keamanan. Berikan peraturan mengikuti pola hidup sehat untuk pencegahan virus corona.
Berikan mereka contoh mencuci tangan dan makan sehat untuk terhindar dari virus corona.
"Ini adalah tugas orang dewasa untuk memberi tahu bagaimana pencegahan virus pada anak-anak dan menjaga kesehatan." ucap Ryder.
Ryder menjelaskan berikan contoh tips pencegahan dan hidup sehat dengan cara yang menyenangkan.
Semisal mencuci tangan ketika bersin, batuk ditutupi dengan siku, dan tidak sering menyentuh wajah
4. Tak perlu khawatir
Beberapa anak bisa terkena virus corona dan gejalanya cenderung ringan. Jelaskan pada mereka bahwa penyakit ini hampir mirip seperti flu biasa.
Flu tersebut bisa sembuh jika dilakukan dengan penanganan yang tepat.
Penjelasan tersebut akan mempengaruhi pola pikir mereka tentang virus corona. Mereka melakukan pencegahan untuk terhindari dari penyakit.
Jelaskan pada anak-anak untuk tidak perlu khawatir jika ada anggota keluarga yang sait. Jelaskan bahwa dokter, ilmuwan, dan pegawai medis berusaha menyembuhkan pasien yang positif virus corona.
Menghibur anak-anak dengan menelpon dan mengobrol melalui video untuk menunjukkan kepada mereka segalanya baik-baik saja.
5. Lakukan rutinitas normal
Beberapa sekolah akhirnya memberi peringatakn pada anak-anak untuk belajar dirumah karena sekolah diliburkan.
Di rumah, hal ini menjadi penting untuk membuat anak tetap santai dan nyaman. Lakukan rutinitas seperti biasa seperti membaca, memasak, bermain piano, bermain diluar bersama.
"Dalam kebanyakan kasus (bebas gejala) anak-anak masih bisa bermain dengan teman-teman," kata Ryder.
"Cukup ingatkan mereka menjaga jarak. Jaga jarak agar jika teman-teman mereka bersin atau batuk, itu tidak ada di sekitar mereka — atau sebaliknya." ucap Rider.
(Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/begini-faktanya-kenapa-virus-corona-jarang-menyerang-anak-anak-1.jpg)