Mungkin Anda Keliru, Ini Minyak Goreng Paling Sehat yang Bisa Anda Gunakan
Minyak goreng yang paling sehat adalah minyak yang memiliki titik asap tinggi, dan digunakan tidak melebihi titik asap itu sendiri
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Jika Anda mengikuti menu ala mediterania, maka Anda akan menemukan minyak zaitun di hampir semua masakannya.
Sementara menu makanan untuk diet pale dan keto cenderung menggunakan minyak alpukat dan minyak kelapa. Tetapi, tak sedikit pula yang menggoreng menggunakan minyak babi.
Lantas minyak goreng apakah yang paling sehat?
Untuk mengetahuinya, Anda harus paham dulu bahwa yang paling dilarang adalah menggoreng dengan menggunakan minyak bekas atau minyak jelantah.
Serta minyak yang sehat itu soal kemampuan lemak untuk menahan suhu tinggi.
Pertimbangkan titik asap minyak goreng
Titik asap adalah suhu di mana minyak mulai membakar hingga mengeluarkan asap.
Setiap jenis lemak — dari mentega hingga minyak kelapa dan semua yang ada di antaranya — memiliki suhu target spesifik.
Jika minyak dipanaskan melewati titik ini, maka akan timbul asap dan akan menghasilkan rasa tengik.
Sebagaimana diketahui, ketika minyak dipanaskan melewati titik asapnya, lemak akan mulai rusak.
Proses ini menciptakan asap, serta menghilangkan bau dan rasa.
Apa yang sebenarnya terjadi adalah minyak melepaskan senyawa berbahaya, termasuk karsinogenik, radikal bebas penyebab kanker.
Itu berarti titik asap minyak pada akhirnya mempengaruhi seberapa sehat minyak goreng untuk tubuh Anda.
Satu hal yang tidak boleh Anda lakukan adalah menggunakan kembali minyak goreng .
Apa minyak paling sehat untuk menggoreng?
Jika Anda akan menggoreng dengan penuh minyak maka panaskan minyak antara 200 hingga 204 derajat celcius.
Suhu ini diperlukan untuk membuat kerak pada makanan Anda segera setelah menyentuh penggorengan.
Ini akan menyegel bagian luar makanan, mencegah bagian dalam menyerap terlalu banyak minyak. Karena minyak menjadi sangat panas.
Minyak yang menyehatkan jantung seperti minyak safflower dan minyak dedak padi sangat sempurna karena dapat menahan suhu penggorengan hampir 260 celcius.
Anda juga dapat menggunakan minyak kacang dan minyak bunga matahari jika Anda menggoreng pada suhu 232 derajat celcius, atau minyak canola dan sayuran minyak untuk menjaga suhu sekitar 204 derajat celcius.
Sebenarnya lebih baik menggoreng dengan minyak yang minim.
Ini juga membutuhkan suhu yang lebih rendah, membuatnya ideal untuk lemak dengan titik asap pada 176 derajat celcius atau lebih rendah.
Anda bisa mencoba minyak dari lemak tak jenuh tunggal saat menggoreng. Lemak sehat ini berbentuk cair pada suhu kamar (dibandingkan dengan lemak jenuh seperti lemak babi, mentega dan minyak kelapa yang padat pada suhu yang sama).
Lemak sehat di antaranya minyak alpukat, minyak canola, dan minyak zaitun.
Minyak kelapa adalah pilihan lain yang populer untuk penggorengan, tetapi manfaat kesehatannya kontroversial karena tingginya kadar lemak jenuh.
Perlu diingat bahwa beberapa minyak zaitun dikategorikan sebagai minyak zaitun extra virgin. Minyak ini ditekan dingin dan mentah untuk membantu mereka mempertahankan nutrisi, tetapi proses itu juga menjaga titik asapnya tetap rendah.
Saat memilih minyak zaitun untuk memasak, selalu cari minyak zaitun yang ringan atau halus. (*/berbagai sumber)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menggoreng-ikan_20180628_061243.jpg)