Siswa SMP di Sleman Hanyut

Penyidik Polres Sleman Serahkan Berkas Kasus Susur Sungai Sempor ke Kejaksaan

Penyidik dari Polres Sleman telah menyerahkan berkas kasus kecelakaan susur sungai Sempor ke Kejaksaan.

TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
TERSANGKA. Polisi menunjukkan tiga orang tersangka inisial IYA, DDS dan R dalam kasus kegiatan susur sungai siswa SMP N 1 Turi berujung maut di Mapolres Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (25/2/2020). Pihak kepolisian sampai saat ini telah menetapkan tiga orang tersangka yang ketiganya merui[akan guru pembina kegiatan Pramuka di SMP N 1 Turi dengan sangkaan telah melanggar pasal 359 KUHP dan Pasal 360 ayat 1 KUHP karena kesalahannya menyebabkan orang meninggal dunia atau terluka. 

TRIBUNJOGJA.COM - Penyidik dari Polres Sleman telah menyerahkan berkas kasus kecelakaan susur sungai Sempor ke Kejaksaan.

Jika dalam waktu dekat berkas perkara dalam kasus tersebut sudah P21 atau dinyatakan lengkap oleh Jaksa maka bisa dilanjutkan dengan tahapan persidangan.

Kapolres Sleman, AKBP Rizki Ferdiansyah saat ditemui Senin (9/3/2020) mengatakan bahwa di hari itu berkas sudah dikirim ke kejaksaan.  

"Nanti kita lihat, ada waktu 1-2 minggu untuk penelitian. Kalau dinyatakan lengkap P21, kalau masih ada kekurangan ada P19 untuk melengkapi," ujarnya.

Pascainsiden Susur Sungai Sempor, 13 Siswa SMPN 1 Turi Masih Butuh Pendamping Psikologis

Namun demikian, selama ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan kejaksaan sehingga harapannya berkas yang dikirimkan tidak banyak perbaikan.

Kapolres juga mengatakan bahwa tersangka dalam kasus susur sungai Sempor ini tetap tiga orang.

Satuan Reskrim Polres Sleman sebelumnya telah menetapkan tiga pembina pramuka SMPN 1 Turi sebagai tersangka.

Ketiga tersangka ini berinisial IYA (36) warga Caturharjo, Sleman yang juga sebagai guru olahraga, R (58) warga Turi yang juga guru seni budaya dan DS (58) warga Ngaglik.

Ketiganya dianggap bertanggung jawab atas kejadian tenggelam siswa saat susur sungai.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Semua tersangka telah memiliki sertifikat kursus mahir dasar (kmd) pramuka namun dinilai lalai dalam mengedepankan manajemen risiko sehingga jatuh korban dalam kegiatan susur Sungai Sempor.

"Sejauh ini tidak ada penambahan tersangka. Kita memeriksa berdasarkan alat bukti dan fakta. Kita tidak boleh memenjarakan orang yang tidak bersalah," ujarnya.  

Ia mengatakan bahwa banyak pihak mempertanyakan keterlibatan kepala sekolah dalam kasus tersebut.

Kapolres menjelaskan bahwa jika itu terkait dengan administrasi, maka ia menyerahkan hal itu ke pihak pemda atau dinas terkait.

Sedangkan dari sisi tindak pidana, ia menekankan bahwa tidak ada yang mengarah ke penambahan tersangka sejauh ini. (TRIBUNJOGJA.COM

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved