Breaking News:

Gunungkidul

DLH Gunungkidul Sebut Tambang Jadi Penyebab Banjir Belakangan Ini

Banjir atau genangan air yang tinggi juga terjadi lantaran hujan sangat deras yang berlangsung lama.

istimewa
Genangan air yang sempat merendam pemukiman di Dusun Nglindur Kulon, Desa Nglindur, Girisubo pada Minggu (08/03/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Aris Suryanto menilai meningkatnya aktivitas pertambangan turut memicu frekuensi peristiwa banjir atau genangan air tinggi.

Pernyataan tersebut berdasarkan pengamatan DLH Gunungkidul, di beberapa tahun fenomena banjir semakin sering terjadi di wilayah yang biasanya gersang.

"Aktivitas tambang kan membutuhkan lahan yang luas, sehingga pepohonan menjadi ikut berkurang," jelas Aris dihubungi pada Senin (09/03/2020).

BREAKING NEWS : Tak Bisa Berenang, 3 Anak Tewas Tenggelam di Saptosari Gunungkidul

Berkurangnya pepohonan membuat air hujan yang seharusnya bisa terserap justru menggenang.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor.

Meskipun demikian, Aris belum bisa memastikan seberapa besar pengaruh aktivitas pertambangan terhadap bencana hidrometeorologi.

Ia beralasan belum ada penelitian secara resmi yang dilakukan.

"Namun berdasarkan analisa kami, kerusakan lingkungan dari aktivitas tambang membuat fenomena banjir terjadi belakangan ini," papar Aris.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Beberapa waktu lalu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Gunungkidul Agus Wibawa menyebutkan banjir di wilayah ini sifatnya lebih berupa genangan.

Artinya, banjir yang terjadi umumnya akan kembali surut setelah beberapa waktu.

Banjir atau genangan air yang tinggi juga terjadi lantaran hujan sangat deras yang berlangsung lama.

"Meskipun demikian, kesiapsiagaan tetap kami lakukan saat ini sebagai antisipasi, terutama di desa-desa," jelas Agus. (TRIBUNJOGJA.COM

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved