Yogyakarta

Perusahaan Perkebunan Harus Beradaptasi dengan Budaya Milenial

Dengan mengikuti perkembangan budaya milenial maka PTPN dan perusahaan-perusahaan sawit di Indonesia bisa memberikan nilai lebih.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Perusahaan Perkebunan Harus Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi dan Kalangan Milenial. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna Subagio

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu di antara beberapa tantangan terbesar PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan industri kelapa sawit saat ini adalah berkurangnya minat generasi muda untuk meniti karir di industri tersebut.

Hal itu disampaikan Ferry D Sinaga, Direktur PT Inti Indosawit Subur (Asian Agri) pada launching Corp U Holding Perkebunan Nusantara dan Transformasi Kamis (5/3/2020).

Ferry mengatakan, pertumbuhan produksi kelapa sawit terus berkembang secara signifikan karena kondisi cuaca yang baik dua tahun terakhir.

Selain itu, didukung juga dengan penggunaan domestik yang meningkat dan aktivitas ekspor juga berkembang di tengah pasar global.

BPDP Edukasi Sawit bagi Milenial di Yogyakarta

Namun, tidak bisa dipungkiri saat ini ada gap antara pekerja berusia lanjut dan kaum milenial di dalam perusahaan.

"Saat ini tidak bisa tidak untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Bagaimana kita memanfaatkan kelebihan milenial. Ini era yang harus kita sadar," ujar Ferry.

Ia menambahkan, dengan mengikuti perkembangan budaya milenial maka PTPN dan perusahaan-perusahaan sawit di Indonesia bisa memberikan nilai lebih.

Hal itu menurutnya bisa diwujudkan dengan membuat program-program yang mengakomodir kaum muda dan pemanfaatan teknologi.

"Kami misalnya mengadakan ajang tahunan untuk mengumpulkan inovasi kreatif dari staf muda Asian Agri. Peningkatan  berkelanjutan (continuous improvement) menjadi nilai inti perusahaan," tuturnya.

Contoh pemanfaatan teknologi di bidang perkebunan, Ferry melanjutkan, ialah penggunaan aplikasi sortasi.

"Katup dikunci secara elektronik sehingga memudahkan proses distribusi CPO di stasiun dispatch. Katup akan terbuka otomatis dengan aplikasi digital. Selain itu, sistem keamanan patrol juga dibantu aplikasi digital. Lebih akurat dengan fungsi GPS pada aplikasi," ungkapnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, William Utomo, Chief Operating Officer IDN, mengungkapkan kalangan milenial dapat dibagi dua.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Milenial junior adalah mereka yang berusia 21-28 tahun.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved