Breaking News:

ADVERTORIAL

Meracik Harmoni Inklusi bersama Grand Aston Yogyakarta

SLB N 1 Bantul dan Hotel Grand Aston Yogyakarta berkolaborasi dalam program Cooking Class dan Table Manner.

istimewa
Sri Muji Rahayu selaku Kepala SLB Negeri 1 Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Berkaca pada Tri Pusat Pendidikan, ajaran Ki Hadjar Dewantara yang merupakan Bapak Pendidikan Indonesia, sudah sepatutnya saluran pendidikan menjadi tanggung jawab orangtua, sekolah, dan masyarakat.

Untuk itu perlu dibangun sinergitas agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal dan holistik.

Tiga saluran tersebut tidak dapat dipisahkan, karena saling mengisi.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya ialah dengan cara sekolah memberi ruang seluas-luasnya kepada keluarga dan masyarakat agar berkesempatan hadir, mengawal, dan membersamai berbagai program kegiatan di sekolah.

Tujuan tersebut, salah satunya bisa dicapai melalui dunia usaha dan dunia industri.

Kehadiran dunia usaha dan dunia industri (DUDI) begitu dibutuhkan untuk membantu mengembangkan potensi peserta didik, termasuk juga anak-anak berkebutuhan khusus.

Posisi DUDI begitu strategis bagi anak berkebutuhan khusus.

Selain sebagai alasan ekonomi untuk memberikan ruang dalam keberlangsungan bertahan hidup, juga sebagai sarana yang konkret dalam memanusiakan manusia sebagai tujuan pendidikan di tingkat masyarakat.

DUDI tidak sekedar berperan sebagai pangsa pasar melainkan juga menjadi ruang diterimanya anak berkebutuhan khusus untuk berkarya sesuai dengan kemampuannya.

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan atau sosial.

Halaman
123
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved