MotoGP

Belum Jelas Kapan Balapan MotoGP 2020 Dimulai, Honda Ambil Kesempatan Benahi Mesin

Belum jelas kapan balapan kelas MotoGP 2020 akan dimulai, Honda memanfaatkan waktu untuk bisa mengembangkan mesin dan aerodinamis.

www.instagram.com/alexmarquez73
Alex Marquez. 

TRIBUNJOGJA.COM - Seri Qatar dibatalkan dan seri Thailand ditunda, Honda menggunakan momen di tengah ketidakpastian ini untuk membenahi mesin dan aerodinamis mereka.

Honda mengambil sisi positif dari kondisi saat ini, mereka merasa memiliki waktu lebih untuk menganalisa data yang sudah dikumpulkan di tes pramusim Malaysia dan Qatar.

Menurut dua pebalap Repsol Honda, Alex dan Marc Marquez ada beberapa komponen di motor Honda 2020 yang masih perlu diperbaiki.

Di tes pramusim Malaysia, terlepas dari masalah bahunya, Marc menjelaskan jika ada perbaikan dan dia merasa cukup baik dengan motornya.

Sementara Alex menyebutkan jika dia mulai bisa beradaptasi dengan motor Honda.

Alex Marquez (tengah) bersama tim Repsol Honda di tes pra-musim MotoGP 2020 di Valencia.
Alex Marquez (tengah) bersama tim Repsol Honda di tes pra-musim MotoGP 2020 di Valencia. (www.instagram.com/hrc_motogp)

Namun ketika di Qatar, motornya tampak bermasalah. Marc mengalami crash di hari kedua, dan Alex menyebut tesnya sebagai bencana.

Mereka satu suara jika tes motor Honda di Qatar bukan seperti yang diinginkan. 

Meski mereka juga mengakui ada beberapa bagian yang mengalami perkembangan, tapi ada juga beberapa bagian yang harus mendapat perhatian lebih.

Selain soal mesin, set up dan ban juga menjadi masalah tersendiri.

Marc bahkan menyebutkan jika ban baru Michelin tampak baik-baik saja di motor Yamaha dan Suzuki, tapi kurang pas untuk Honda dan Ducati.

Maka adanya sela hingga balapan di Austin pada 5 April mendatang, pabrikan Jepang ini ingin menggunakan waktunya untuk mengolah data dan memperbaiki mesin serta aerodinamis.

Marc Marquez, Repsol Honda Team, Jerez MotoGP
Marc Marquez, Repsol Honda Team, Jerez MotoGP (https://www.motogp.com)

"Jadi, tampaknya pabrikan-pabrikan memiliki waktu sekitar sebulan untuk membawa perkembangan mesim dan Takeo mengonfirmasi padaku bahwa Honda akan melakukannya, lanjut mengerjakan mesin dan aerodinamis. Ini tidak hanya terjadi karena masalah yang terjadi selama tes di Qatar, tapi karena ini adalah hal yang paling logis untuk melanjutkan pengembangan," laporan reporter Niki Kovacs, yang mewawancara Direktur Teknisi HRC, Takeo Yokoyama, dilansir Tribunjogja.com dari laman GPOne.com, Kamis (5/3/2020).

Menurut laporannya, sebelum balapan dimulai, skenario yang akan digunakan Honda adalah melakukan tes, kemudian memiliki balapan yang luar biasa dan mengejutkan semua orang.

Mereka yakin akan dapat memiliki hasil yang bagus dan memberi kejutan.

( Tribunjogja.com| Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: Yoseph Hary W
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved