Breaking News:

Harga Empon Naik di Pasaran

Bisa Tanam Empon-empon di Pekarangan Rumah

Masyarakat di Yogyakarta berbondong-bondong membeli empon-empon untuk dikonsumsi sebagai pencegah covid-19.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masyarakat di Yogyakarta berbondong-bondong membeli empon-empon untuk dikonsumsi sebagai pencegah covid-19.

Hal tersebut menjadi kabar baik karena masyarakat jadi lebih sadar menjaga kesehatan menggunakan bahan alami.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Arofah Nur Indriani mengatakan, empon-empon memang baik untuk meningkatkan stamina tubuh.

"Sekarang ini terkait upaya pencegahan, kami sangat senang masyarakat sudah sadar tentang badan sehat, dengan memanfaatkan empon-empon sebagai alternatif untuk mencegah daripada obat kimia. Karena untuk meningkatkan stamina," ujar Arofah pada Tribun Jogja, Rabu (4/3/2020).

Pedagang Empon-Empon di Pasar Pakem Kehabisan Stok

Selain itu Arofah juga menyampaikan, ketersediaan empon-empon di DIY masih cukup.

DIY memiliki dua sentra petani produsen empon-empon yakni di Sleman dan Kulonprogo.

"Ketersediaan untuk empon-empon cukup stoknya. Sentra produksi ada di daerah Sleman dan Kulonprogo. Sleman di Prambanan, dan Kulonprogo di Samigaluh, Kalibawang, dan Girimulyo," urainya.

Lebih lanjut Arofah menjelaskan, masa tanam empon-empon terakhir yakni pada November 2019 lalu.

Kemungkinan, empon-empon yang ada di pasaran saat ini adalah hasil panen dari masa tanam tersebut.

"Kalau sekarang ini pada panen, kemungkinan itu dari tanam yang kemarin. Tahun ini ada juga pengembangan empon-empon khususnya jahe, ada 15 hektar di daerah Prambanan," jelasnya.

Setelah Masker dan Hand Sanitizer, Kini Empon-empon Corona Diburu Warga, Harganya Ikut Naik

Arofah juga menyinggung soal kegiatan menanam tanaman obat keluarga atau toga.

Menanam secara mandiri di rumah-rumah juga dapat mengurangi ketergantungan kebutuhan empon-empon dari pasar.

"Toga ini lewat tim penggerak PKK pasti digembar-gemborkan untuk program PKK. Kami juga mendorong itu. Tanaman toga sangat dibutuhkan ketika ada masalah seperti ini," tuturnya.

Kebutuhan akan empon-empon pun menjadi lebih diperhatikan.

"Dari tadinya tidak begitu diperhatikan, jadi lebih diperhatikan. Bisa mengurangi pengeluaran keluarga, dan menjadi pemanfaatan pekarangan. Ini sudah dianjurkan pemerintah juga sejak lama. Jadi tidak usah beli, mari sama-sama kita budayakan empon-empon," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved