Siswa SMP di Sleman Hanyut

Sebanyak 13 Siswa SMPN 1 Turi Masih Didampingi Psikolog

Tragedi susur Sungai Sempor yang dialami SMPN 1 Turi pada Jumat (21/2/2020), masih menyisakan 13 siswa yang mengalami gejala gangguan psikologis.

TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
SMPN 1 Turi menggelar Deklarasi Move On bersama Bupati Sleman, Senin (2/3/2020). 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Maruti Asmaul Husna Subagio

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tragedi susur Sungai Sempor yang dialami SMPN 1 Turi pada Jumat (21/2/2020), masih menyisakan 13 siswa yang mengalami gejala gangguan psikologis.

Sejak Senin (24/2/2020) hingga Senin (2/3/2020) ini ketigabelas anak tersebut belum mampu kembali belajar di sekolah.

Oneng Nawaningrum, Koordinator Posko Pendampingan Psikologis SMPN 1 Turi, mengatakan masih ada rasa lesu dan sedih yang dialami oleh siswa-siswa lainnya.

Pascainsiden Susur Sungai Sempor, SMPN 1 Turi Gelar Deklarasi Move On bersama Bupati Sleman

Namun, untuk ketigabelas siswa ini memiliki gejala yang cukup banyak.

Tim psikolog sejak Sabtu (22/2/2020) hingga kini (2/3/2020) telah siaga 24 jam mendampingi seluruh siswa dan orang tua yang membutuhkan pendampingan.

"Pendampingan lanjutan masih diberikan untuk 13 anak dari 378 anak di satu sekolah ini. Pendampingan tersebut kami lakukan secara home visit (kunjungan rumah) maupun klasikal di sekolah," ujar Oneng ditemui Tribunjogja.com di SMPN 1 Turi pada Senin (2/3/2020).

Oneng menjelaskan, sebagian dari 13 anak tersebut menjalani rawat inap sejak kecelakaan susur sungai terjadi.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Oleh sebab itu, tim psikolog menurutnya belum bisa melakukan pemantauan secara detil terhadap kondisi psikis siswa yang dirawat.

"Itu yang membuat kami harus selalu mendampingi setidaknya seminggu ke depan," papar Oneng.

Beberapa gejala yang dihadapi ketigabelas siswa adalah susah tidur dan sulit untuk memenuhi asupan gizi yang cukup untuk kebutuhan hariannya.

"Konsumsi atau input beberapa siswa itu belum memenuhi kebutuhan hariannya. Jadi kami juga memerhatikan kondisi anak di rumah dan di sekolah," tutur Oneng. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Tribun Jogja
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved