Gunungkidul

Arab Saudi Hentikan Umrah, Nasib Haji 2020 Menunggu Instruksi Kemenag RI

Penghentian sementara aktivitas Umrah oleh Pemerintah Arab Saudi baru-baru ini menyebabkan calon jemaah mempertanyakan nasib penyelenggaraan Haji 2020

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Penghentian sementara aktivitas Umrah oleh Pemerintah Arab Saudi baru-baru ini menyebabkan calon jemaah mempertanyakan nasib penyelenggaraan Haji 2020.

Kondisi tersebut juga dialami di wilayah Gunungkidul, seperti yang diungkapkan Seksi Pengolah Data Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Gunungkidul, Irwan Triyanto.

"Banyak yang menghubungi kami untuk menanyakan perihal kebijakan penghentian sementara tersebut," kata Irwan, Senin (02/03/2020).

Kemenag Gunungkidul sendiri saat ini menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait solusi dari kebijakan tersebut.

Umrah Dihentikan Sementara, Satu Jemaah Asal Gunungkidul Pilih Jadwal Ulang

Menurut Irwan, ada kemungkinan sistem pengecekan kesehatan yang lebih ketat bagi jemaah asal Indonesia sebelum berangkat dan setelah tiba di Arab Saudi.

Opsi ini bisa menjadi alternatif solusi dan langkah antisipasi agar pelaksanaan Umrah dan Haji 2020 nantinya tetap berjalan lancar.

"Pastinya peluang untuk keberangkatan Haji 2020 tetap ada, karena kebijakan ini kan bersifat sementara," jelas Irwan.

Data Kemenag Gunungkidul mencatat setiap tahunnya ada sekitar 300 hingga 400 jemaah Haji yang berangkat.

Pada 2020 ini diprediksi ada sekitar 383 jemaah yang diberangkatkan.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Gunungkidul sendiri menempati posisi keempat di atas Kulon Progo dalam hal jumlah jemaah Haji terbanyak asal DIY.

Posisi pertama hingga ketiga ditempati oleh Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta.

Sementara salah satu calon jemaah Haji, Titik Prihati mengaku tak ambil pusing dengan penghentian sementara tersebut.

Menurutnya, peluang keberangkatan tersebut tetap ada selama ia sudah mendaftarkan diri.

"Yang penting saya sudah daftar, untuk berangkat atau tidaknya nanti itu jadi urusan belakangan," kata warga asal Semanu ini. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved