Klaten Keren
Bupati Klaten Resmikan Monumen Angkringan di Desa Ngerangan Bayat
Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan pada Inisiator Desa Cikal Bakal Angkringan, Suwarna (41) dan Maestro Angkringan/Tokoh Pendiri Angkringan
TRIBUNJOGJA.COM - Mayoritas warga Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten menekuni profesi usaha angkringan secara turun-temurun. Melalui usaha angkringan, lebih dari 600 keluarga di Desa Ngerangan terbantu dari segi perekonomiannya.
Hal tersebut tidak terlepas dari peran Karso Djukut, dan pelaku sejarah yang masih hidup, Wiryo Jeman (95). Sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur, kini Pemerintah Desa Ngerangan dan para tokoh masyarakat berupaya mengangkat desanya sebagai Cikal Bakal Angkringan.
Adalah Suwarna (41) salah satu Inisiator dalam mewujudkan Desa Ngerangan sebagai Desa Cikal Bakal Angkringan. Ditemui pada Rabu siang (26/2), Suwarna menyebutkan bahwa usaha angkringan sejak dulu telah menjadi roda penggerak perekonomian warga setempat.
Suwarna yang selama 13 tahun berprofesi sebagai penjual angkringan menyebutkan bahwa dalam satu hari, penjual angkringan bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu. Menurutnya, pendapatan warga sebagai produsen gerobak pun tak kalah menjanjikan peminatnya.
"Dalam sehari berjualan, rata-rata kita pelaku angkringan bisa mendapat untung bersih hingga ratusan ribu. Kalau untuk harga gerobak, untuk bangku pikul kita jual dengan harga berkisar 2,5 - 3 juta rupiah, untuk gerobak dorong lengkap dengan peralatannya harganya mulai dari 3,5 juta rupiah. Kita pasarkan sudah sampai nasional, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi juga. Salah satunya ada seorang pengusaha gerobak disini yang aktif produksi dan sering kirim sekitar 40-50 buah gerobak dalam satu bulan" terang Suwarna.
Suwarna tak menampik bahwa dengan dijadikan desanya sebagai Cikal Bakal Angkringan, maka akan turut memberi peluang untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi setempat. Rencananya, Pemerintah Desa Ngerangan akan membangun Museum dan Sekolah Angkringan guna semakin memantapkan desanya sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal.
Pihaknya juga akan memasukan unsur angkringan dalam beberapa paket wisata di daerahnya. Ditanya mengenai target wisatawan, Suwarna berencana agar nantinya dapat menarik minat wisatawan mancanegara.
Guna mendukung pencanangan Desa Ngerangan sebagai asal lahirnya angkringan, Bupati Klaten Hj Sri Mulyani melakukan peresmian Monumen Cikal Bakal Angkringan di Desa Ngerangan, Bayat pada Rabu siang (26/2). Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan pada Inisiator Desa Cikal Bakal Angkringan, Suwarna (41) dan Maestro Angkringan/Tokoh Pendiri Angkringan, Wiryo Jeman (95).
Hal tersebut dilakukan Hj Sri Mulyani sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka dalam mengangkat potensi daerahnya.
"Angkringan atau disebut Hidangan Istimewa Klaten (HIK) lahir dari Desa Ngerangan, Bayat. Dari Klaten sudah sampai di berbagai penjuru Indonesia. Saya bangga dengan Mbah Wiryo atas dedikasinya dan dengan diresmikannya monumen ini bisa jadi pengingat kita bahwa adanya HIK ini dapat menyejahterakan banyak masyarakat Bayat maupun Klaten, semoga desa ini semakin berkembang dan maju terus," kata Bupati Klaten dihadapan warga Bayat.
Dalam peresmian monumen tersebut, Bupati Klaten turut didampingi oleh Ketua DPRD Klaten, Forkompimda, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat Bayat, Kepala Desa Se- Kecamatan Bayat, dan masyarakat Bayat. Usai peresmian, Hj Sri Mulyani langsung melanjutkan acara Sambang Warga Desa Ngerangan, Bayat. Selain menyapa warganya, Bupati juga menghadirkan berbagai pelayanan publik lebih dekat dan lebih mudah bagi warga Kecamatan Bayat. (*/Bagian Humas Setda Klaten)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bupati-hj-sri-mulyani-juga-menyerahkan-piagam-penghargaan.jpg)