Breaking News:

Militer Israel Membuldozer Jasad Pemuda Palestina, Miko Peled : Kejam dan Barbar!

Miko Peled, warga kelahiran Yerusalem aktivis anti-Zionis, mengecam keras aksi brutal militer Israel di perbatasan Khan Younis, Jalur Gaza.

AP
Bulldozer militer Israel dikerahkan ke perbatasan Israel-Jalur Gaza, guna mengambil jasad seorang pria Palestina yang tewas mereka tembak sebelumnya. 

Peleda melihat ramai orang berparade sembari membunyikan klakson dan mengibarkan bendera Palestina dan Fatah.

“Saya bertanya kepada teman saya apa ini dan dia mengatakan itu tampak seperti perayaan pembebasan seorang tahanan. Namun, dia bingung karena dia belum mendengar adanya pembebasan tahanan yang terjadi hari itu,” ujar Peled.

“Teman saya pergi untuk bertanya tentang apa perayaan itu dan ketika dia kembali ke mobil dia mengatakan kepada saya, Israel baru saja merilis tubuh seorang Palestina yang terbunuh untuk keluarganya. Tubuh itu ditahan selama dua puluh tahun,” sebutnya.

“Perlu beberapa saat bagi saya untuk mencerna informasi itu dan mengatasi keterkejutannya, meskipun orang tidak pernah dapat pulih dari mengetahui hal-hal seperti ini terjadi,” lanjut Peled.

Kasus yang menimpa Al-Naem menurut Peled merupakan pertunjukan teror vulgar tanpa belas kasihan, merendahkan martabat orang Palestina.

“Kebrutalan adalah tanda kekuatan, atau begitulah yang mereka yakini, dan Menteri Pertahanan dan pendukungnya mengklaim dengan bangga bahwa ini adalah kemenangan,” tulis Peled.

Ibu Mohamad al-Naem, Mirvat sudah melihat gambar-gambar tubuh Mohammed yang tak bernyawa dibawa oleh buldoser.

Dia berbicara bagaimana rasanya melihat putranya terbunuh dan kemudian diperlakukan sedemikian mengerikan.

Istri Al-Naem, Hiba mengeluhkan putra mereka, yang baru berusia satu tahun, yang akan tumbuh tanpa ayah. Dia bilang dia tidak akan menonton video, dan orang tidak bisa menyalahkannya atas keputusan itu.

Foto dan potongan rekaman video ini disandingkan pembunuhan dan penganiayaan brutal terhadap Mohammad dan Rachel Corry beberapa tahun lalu, yang ditabrak dan dibunuh buldoser Israel di Jalur Gaza.

Editorial Haaretz.com mengindikasikan tak semua pihak di Israel menyetujui cara-cara kejam yang dilakukan militer Israel terhadap warga Palestina.

Media itu menyebut Menhan Naftali Bennet menggunakan nalar sakit, untuk membela dan mempertahankan kebijakan agresifnya terhadap kelompok warga di Jalur Gaza.(Tribunjogja.com/Mintpressnews.com/xna)

Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved