Breaking News:

Bawaslu

Klaim Bukti Dukungan Hilang, Paslon Independen Kelik-Yayuk Lapor ke Bawaslu

Bawaslu) Gunungkidul telah menerima laporan hilangnya bukti dukungan bakal paslon independen Pilkada 2020, Kelik Agung Nugroho-Yayuk Kristiawati.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul telah menerima laporan hilangnya bukti dukungan bakal pasangan calon (paslon) independen Pilkada 2020, Kelik Agung Nugroho-Yayuk Kristiawati.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Gunungkidul Tri Asmiyanto mengatakan laporan tersebut diterima pada Rabu (26/02/2020) ini

"Laporan yang kami terima akan dikaji apakah memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti," kata Tri di Kantor Bawaslu.

Berdasarkan laporan tersebut, Tri mengatakan ada sejumlah hal yang menjadi dasar aduan hilangnya bukti dukungan.

Antara lain adanya kesalahan teknis saat memasukkan data ke aplikasi Sistem Informasi Pencalonan Pemilu (SILON).

Bawaslu Akan Berikan Surat Rekomendasi pada Pemkab Gunungkidul Jika Ada ASN yang Berpolitik

Selanjutnya, pihak pelapor juga menyatakan tidak bisa mengetahui perkembangan data pencocokan hingga permohonan masa perpanjangan berkas.

Akibatnya, bakal paslon tersebut berpotensi kehilangan ribuan dukungan dan terancam tidak bisa mendaftar sebagai peserta Pilkada 2020.

"Namun klaim kehilangan tersebut harus dibuktikan karena menyangkut masalah pidana," jelas Tri.

Sementara itu, Kelik mengklaim pihaknya kehilangan sekitar 1.600 dukungan dari 46.879 bukti dukungan yang sudah diserahkan ke KPU Gunungkidul.

Akibatnya, jumlah dukungan pasangan Kelik-Yayuk menjadi hanya sekitar 45.278, di bawah ambang batas minimal 45.443 jiwa.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Masalah tersebut baru diketahui saat proses pencocokan data sedang dilakukan di KPU Gunungkidul.

"Padahal saat menyerahkan kami merasa sudah lengkap semua. Kejanggalan baru ditemukan saat pencocokan dilakukan, di mana banyak berkas formulir dukungan yang hilang," papar Kelik.

Kelik pun khawatir peluang maju sebagai kandidat peserta di Pilkada Gunungkidul 2020 bisa kandas lantaran kejadian ini.

Sebab jumlah dukungan masyarakat sangat berpengaruh signifikan pada proses pendaftaran bagi paslon dari jalur perseorangan atau independen. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved