Karolin Margret Natasa dkk Menolak RUU Ketahanan Keluarga

Mereka menilai, RUU tersebut merupakan kemunduran demokrasi dan bukan merupakan hal urgen yang harus diprioritaskan.

Karolin Margret Natasa dkk Menolak RUU Ketahanan Keluarga
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Pemandangan Kompleks DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta. 

 TRIBUNJOGJA.COM - Mereka yang tergabung dalam Ormas Katolik yakni Pemuda Katolik, Wanita Katolik Republik Indonesia, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Seknas Forum Masyarakat Katolik Indonesia dalam rilisnya menyatakan menolak RUU Ketahanan Keluarga.

Mereka menilai, RUU tersebut merupakan kemunduran demokrasi dan bukan merupakan hal urgen yang harus diprioritaskan.

Masih banyak persoalan bangsa yang harus diprioritaskan saat ini antara lain toleransi antar umat beragama.

Kedua, gagasan RUU Ketahanan Keluarga menempatkan Negara terlalu jauh mengurusi persoalan yang bersifat pribadi keluarga yang semestinya tidak etis diatur oleh pihak lain terlebih oleh pemerintah.

Ketiga, bahwa pola asuh, mendidik dan membesarkan anak dalam lingkungan keluarga merupakan tanggungjawab dan komitmen istimewa masing-masing orang tua (suami dan istri) dengan budaya dan entitas yang berbeda-beda antar keluarga.

“Hal ini perlu dihormati serta dihargai oleh negara. Oleh karena itu sangat tidak tepat apabila hal-hal tersebut diatur dalam undang-undang yang bersifat totaliter dan memaksa,” demikian pernyataan sikap mereka yang dikirim ke media, Rabu (26/2/2020).

Mereka yang menyampaikan pernyataan antara lain Karolin Margret Natasa, Ketua Umum Pemuda Katolik, Justina Rostiawati, Ketua Presidium DPP WKRI, V Hargo Mandirahardjo, Ketua Presidium ISKA dan Benidiktus Papa, MandatarisTerpilih Ketua Presidium PMKRI dan Yulius Setiarto,
Sekretaris Nasional FMKI. (rls)

Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved