Cerita Haru Febri Sapto 17 Tahun Hanya Bisa Terbaring di Atas Kasur, Bermula Keracunan Makanan

Tanggal 25 Februari harusnya menjadi hari bahagia untuk Febri Sapto Muatno. Tepat di hari itu, dia berusia 36 tahun

KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA
Febri, 17 tahun terbujur kaku di kasur. Untuk mengisi waktu dia bermain laptop. 

Tanggal 25 Februari harusnya menjadi hari bahagia untuk Febri Sapto Muatno. Tepat di hari itu, dia berusia 36 tahun. Namun, warga Jalan Pramuka RT 8/RW 5, Krajan, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga ini tak bisa merayakannya karena dia hanya bisa terbaring di atas kasur.

Sudah hampir selama 17 tahun, Febri tak pernah turun dari kasur.

Semua berawal dari 2003 saat dia keracunan makanan.

Tubuhnya terasa sakit hingga lumpuh. Saat ini, hanya tangannya yang bisa bergerak.

Pendengarannya pun menurun, sehingga jika ingin berkomunikasi harus menulis di ponsel, kemudian dia membaca dan baru bisa menjawab.

"Tubuh terasa kaku, seperti kayu. Kalau untuk bergerak sakit. Kaki bisa bergerak tapi tidak bisa diangkat. Kalau tangan masih bisa, tapi tidak bisa menggenggam," ujar Febri saat ditemui di kediamannya, Selasa (25/2/2020).

Orangtua Febri, Taryono menjelaskan, sebelum keracunan makanan, Febri kala SMP pernah jatuh dalam posisi terduduk.

Selama beberapa saat dia mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.

"Mungkin efek dari obat itu dan keracunan itu, Febri sekarang kondisinya seperti ini," kata Taryono.

Taryono juga mengalami gangguan pendengaran.

Halaman
1234
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved