Yogyakarta

Komisi C DPRD DIY Inisiasi Raperda Irigasi

Tahun 2020 ini, sampai akhir tahun ini draf Raperda terkumpul sehingga akhir tahun ditetapkan program pembentukan raperda (Propemperda) 2021.

Komisi C DPRD DIY Inisiasi Raperda Irigasi
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
FGD Raperda Irigasi dihadiri banyak peserta dari berbagai kalangan, Selasa (25/2/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Komisi C DPRD DIY, Arif Setiadi menjelaskan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas seputar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Irigasi bertujuan untuk mengumpulkan bahan masukan penyusunan, baik naskah akademik maupun draf Raperda Irigasi yang merupakan inisiatif Komisi C.

"Perlu dipertajam diskusi dan persoalan yang muncul di dalam urusan irigasi ini," ujarnya seusai forum, Selasa (25/2/2020).

Ia menjelaskan bahwa terbitnya Undang-Undang (UU) tentang Sumber Daya Air, salah satunya menyangkut tentang irigasi.

Komisi C DPRD DIY Gelar FGD untuk Susun Raperda Irigasi

"UU baru ini tentu memberikan pemikiran kita untuk juga merevisi Perda khususnya tentang irigasi. Dasar pembentukan Perda Irigasi masih UU yang lama. Ada lagi dasar pemikirannya Pansus DPRD tentang pengawasan, khususnya Perda Irigasi 6/2004. Rekomendasinya agar Perda ini menyesuaikan kebutuhan yang ada. Tapi kelihatannya kita tidak merevisi tapi membuat perda yang baru," ucapnya.

Ditanya mengenai urgensi dibentuknya Perda Irigasi, Arif mengatakan bahwa meskipun masalah irigasi hanya menangani 7 persen lahan pertanian di DIY, namun pihaknya tetap menanggap masalah irigasi menjadi urusan yang penting.

"Tahun 2020 ini, sampai akhir tahun ini draf Raperda terkumpul sehingga akhir tahun ditetapkan program pembentukan raperda (Propemperda) 2021. Mudah-mudahan irigasi ini masuk Propemperda," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved