Siswa SMP di Sleman Hanyut

Keluarga Korban Meninggal Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Akan Kawal Proses Hukum para Tersangka

Pihak keluarga korban menyatakan ketiga orang yang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka memang harus bertanggung jawab.

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
Tiga Pembina Pramuka SMPN 1 Turi yang Dijadikan Tersangka 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Marutia HS

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pihak keluarga dari mendiang Lathifah Zulfa, korban meninggal dalam tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, akan terus mengawal proses hukum terhadap para tersangka.

Sebelumnya dilaporkan polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam musibah susur sungai yang terjadi pada Jumat (21/2/2020).

Tragedi tersebut menewaskan 10 orang siswa, serta siswa lainnya juga mengalami luka-luka.

KBM di SMPN 1 Turi Kembali Dimulai, Sejumlah Siswa Kenang Temannya yang Jadi Korban Susur Sungai

VIDEO Guru Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Minta Maaf Sambil Menahan Air Mata

Kakak kandung dari Lathifah, Khabib Umam, menyatakan bahwa ketiga orang yang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka memang harus bertanggung jawab.

"Mereka tidak punya kemampuan dasar untuk melakukan susur sungai. Tidak ada koordinasi dengan keluarga, tidak ada koordinasi dengan desa wisata juga," ujar Khabib kepada Tribunjogja.com, Selasa (25/2/2020).

TERSANGKA. Polisi menunjukkan tiga orang tersangka inisial IYA, DDS dan R dalam kasus kegiatan susur sungai siswa SMP N 1 Turi berujung maut di Mapolres Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (25/2/2020). Pihak kepolisian sampai saat ini telah menetapkan tiga orang tersangka yang ketiganya merui[akan guru pembina kegiatan Pramuka di SMP N 1 Turi dengan sangkaan telah melanggar pasal 359 KUHP dan Pasal 360 ayat 1 KUHP karena kesalahannya menyebabkan orang meninggal dunia atau terluka.
TERSANGKA. Polisi menunjukkan tiga orang tersangka inisial IYA, DDS dan R dalam kasus kegiatan susur sungai siswa SMP N 1 Turi berujung maut di Mapolres Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (25/2/2020). Pihak kepolisian sampai saat ini telah menetapkan tiga orang tersangka yang ketiganya merui[akan guru pembina kegiatan Pramuka di SMP N 1 Turi dengan sangkaan telah melanggar pasal 359 KUHP dan Pasal 360 ayat 1 KUHP karena kesalahannya menyebabkan orang meninggal dunia atau terluka. (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri)

Ia pun mengatakan pihak keluarga masih akan melihat perkembangan proses hukum terhadap ketiga tersangka.

"Kami juga lagi cari bukti. Sementara kita gali prosesnya dulu," tuturnya.

Pria yang terpaut usia 7 tahun dengan korban itu mengaku dirinya juga pernah bekerja di bidang pariwisata.

"Saya tahu susahnya handle banyak orang. Ini ratusan anak hanya didampingi empat pembina. Idealnya satu pemandu (wisata) itu maksimal pegang sepuluh orang," imbuh dia.

Identitas Tiga Tersangka Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi yang Telah Resmi Ditahan Polisi

FAKTA Terbaru Ketua Gudep dan Pembina Pramuka SMPN 1 Turi, Miliki Sertifikat Mahir Dasar Pramuka

Halaman
123
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved