Nasional

Elektabilitas Tertinggi Ketiga Survei Pilpres 2024, Sandiaga Uno : Masih Terlalu Jauh

Survei Indo Barometer membawa nama Sandiaga Salahuddin Uno di posisi ketiga sosok dengan elektabilitas untuk Pemilihan Presiden pada Pemilu 2024.

Elektabilitas Tertinggi Ketiga Survei Pilpres 2024, Sandiaga Uno : Masih Terlalu Jauh
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Sandiaga Salahudin Uno usai memberikan kuliah umum tentang kewirausahaan kepada ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Magelang di Kota Magelang, Senin (24/2/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Survei Indo Barometer membawa nama Sandiaga Salahuddin Uno di posisi ketiga sosok dengan elektabilitas untuk Pemilihan Presiden pada Pemilu 2024.

Sandi pun menanggapi survei itu masih terlalu jauh, karena kontestasi demokrasi baru saja selesai dan saat ini tengah merajut kebangsaan kembali.

"Baru saja ini selesai. Baru saja kita merajut kebangsaan kita, baru saja ada satu inovasi yang luar biasa dimana Pak Presiden Jokowi merangkul mantan rivalnya Pak Prabowo bergabung. Baru saja pemerintahan ini terbentuk dan memulai kerjanya belum sampai 6 bulan, kita sudah bicara suatu hal yang mesti  sangat jauh gitu lho," kata Sandi, Senin (24/2/2020), usai memberikan kuliah umum kewirausahaan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Magelang.

Sandi mengatakan, dirinya ingin mendisiplinkan para elit bahwa baru saja Indonesia melewati sebuah kontestasi demokrasi yang cukup, persaingan yang ketat, ada polarisasi, sebagian golongan masyarakat merasa ada keterpecahbelahaan di antara bangsa. 

Sandiaga Uno Beri Bekal Wirausaha untuk Mahasiswa di Magelang

"Saya tidak ingin ingin masuk pada suatu diskursus yang penuh dengan ketidakpastian, hypotethical dan berpotensi memecah belah bangsa lagi," ujarnya.

Sementara itu, Sandi juga melihat masing-masing tokoh seperti Prabowo Subianto kini masih menjadi Menteri Pertahanan, Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI.

Kemudian, ada masalah besar di DKI yang mesti diselesaikan bersama-sama. 

"Biarkan mereka fokus pada tugasnya masing-masing. Saya harapkan pembicaraan ini lebih baik difokuskan nanti di tahun-tahun terakhir di penghujung dari masa pemerintahan Pak Jokowi seri kedua ini," katanya.

Sandi mengatakan lebih baik pembicaraan yang ada saat ini lebih difokuskan untuk memikirkan kemajuan bangsa, masalah lain seperti lapangan kerja, harga-harga bahan pokok yang naik, maupun dampak virus corona terhadap pariwisata, ketimbang narasi yang masih jauh dan penuh ketidakpastian.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

"Sehingga kita punya empat tahun kedepan ini fokus memikirkan kemajuan bangsa, fokus memikirkan bagaimana lapangan kerja tercipta, fokus bagaimana wirausaha tumbuh berkembang, fokus bagaimana harga-harga bahan pokok sekarang mulai meningkat. Fokus gimana pariwisata kita nggak terdampak virus corona, jadi dibandingkan dengan narasi-narasi yang ya masih jauh juga, hypothetical dan masih sangat penuh ketidakpastian," katanya.

Sandi pun tak ingin berkomentar tentang hasil itu. Hasil survei itu silakan dapat dibicarakan di panggung akademik, atau di rapat-rapat tertutup, kuliah-kuliah, sehingga sah-sah saja dibicarakan.

"Saya tidak ingin mengomentari kalau ikut mengomentari nanti saya ikut terlibat dan ikut memberikan bensin terhadap api yang baru," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved