Siswa SMP di Sleman Hanyut

Cerita Permintaan Terakhir Nisa Siswi SMPN 1 Turi Korban Susur Sungai Sempor

kejadian tragis saat susur sungai kegiatan Pramuka SMPN 1 Turi di Sungai Sempor

Suaranya bergetar. Pelupuk matanya menyimpan air mata yang tak henti-hentinya jatuh. Pilu. Dedy Sukma, ayah dari Khoirunnisa Nur Cahyani berujar lirih, "saya ikhlas." Selepas dari permakaman, Tribunjogja.com , sejenak berbincang dengan Dedy di kediamannya, Girikerto, Turi, Sleman, Sabtu (22/2/2020) siang.

Khoirunnisa Nur Cahyani Sukmaningdyah, yang merupakan salah satu korban meninggal saat acara susur sungai dimakamkan hari Sabtu (22/2/2020) ini di makam Dusun Karanggawang Girikerto, Turi.
Khoirunnisa Nur Cahyani Sukmaningdyah, yang merupakan salah satu korban meninggal saat acara susur sungai dimakamkan hari Sabtu (22/2/2020) ini di makam Dusun Karanggawang Girikerto, Turi. (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

TAK ada yang disalahkannya, meski kejadian tragis saat susur sungai kegiatan Pramuka SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Jumat (21/2) sore menewaskan putri sulungnya.

"Ini musibah yang harus saya terima. Allah bisa memanggil dengan cara apa pun," tutur pria 48 tahun ini dengan raut wajah sangat sedih tak terperi.

Dedy hanya meminta agar pihak-pihak terkait melakukan koreksi, evaluasi.

Dengan harapan kejadian senestapa ini tak terulang lagi.

“Tidak,” jawabnya sembari menggelengkan kepala saat ditanya apakah akan menempuh jalur hukum terkait tragedi ini.

Dedy berkisah, Jumat pagi saat mengantar sekolah, Khoirunnisa sempat minta dibelikan buku.

Permintaan itu belum sempat diwujudkan. Tuhan punya rencana lain.

Dara kelahiran 22 Februari 2007 ini memang gemar membaca.

Sang kakek, Sumarno, bergegas mengemas barang-barang kemarin pagi buta.

Halaman
1234
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved