Klarifikasi Bupati Aceh Barat Soal Video Viralnya, Dipaksa Bayar Uang Kerbau Saat Masa Kampanye

Klarifikasi Bupati Aceh Barat Soal Video Viralnya, Dipaksa Bayar Uang Kerbau Saat Masa Kampanye

KOMPAS.com/ RAJA UMAR
Bupati Aceh Barat Ramli MS menggelar konferensi pers terkait perkelahiannya dengan penagih utang di Pendopo Aceh Barat, Jumat (21/2/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Bupati Aceh Barat, Ramli MS akhirnya mengklarifikasi soal video perkelahiannya dengan sejumlah penagih utang yang sempat viral di media sosial.

Dalam klarifikasinya, Ramli mengatakan lima orang yang mengaku sebagai penagih utang yang hendak menagih utang pada saat masa kampanye pencalonannya.

Kelima orang penagih utang tersebut awalnya datang bertamu dan langsung disambut di pendopo.

Kemudian satu dari mereka memperkenalkan diri, yaitu Zahidin yang mengaku sebagai ustaz asal dari Bakongan, Aceh Selatan, yang dulu pernah berdoa hingga Ramli terpilih menjadi bupati pada pilkada lalu.

Kepada Bupati, Zahidin juga menyampaikan bahwa ia diberi kuasa oleh Akrim (kelompok LSM yang mengeroyok wartawan Antara) untuk menagih utang masa kampanye kepada Ramli sambil mereka menunjukkan surut kuasa yang berlogo Jurnal Bayang Kara.

"Zahidin menagih utang, katanya dulu Akrim yang beri mereka surat kuasa pernah memberikan kerbau untuk kenduri masa kampanye. Jadi saya merasa tidak berutang dan mengetahui hal itu, mereka terus memaksa saya untuk bertanggung jawab dan membayar, mereka mulai meneror saya," katanya.

Ramli mengaku merasa dipaksa untuk membayar uang yang tidak ada sangkut paut dengan dirinya.

Lalu kelompok penagih utang itu cekcok dengan Bupati hingga terjadi terjadi keributan.

"Saya bangun dan mendorog tangan untuk menghindari serangan dari Zahidin karena saya gelagatnya mau menyerang. Saya bangun, dan lima orang kawan Zahidin langsung melemparkan kursi. Itu bisa dilihat dalam video yang disebarkan," beber Ramli.

Viral Video Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Hutang, Duduk Semeja Tiba-tiba Adu Mulut

Sebelum bertemu dengannya pada Selasa sore itu, kata Ramli, surat yang berlogo jurnal Bayang Kara juga telah diterima Bupati di kantornya beberapa hari lalu.

Namun Ramli langsung menyerahkan surat itu ke sekda untuk ditelaan karena dikira dari media.

"Surat penagihan utang itu sebelumnya juga sudah diserahkan ke saya, saya pikir itu dari media, saya langsng disposisi ke Sekda untuk dipelajari. Tapi setelah dipelajari, surat itu salah alamat, tidak ada kaitannya dengan saya," katanya.

Ramli mengaku tidak mengenal lima orang utusan kelompok penagih utang yang terlibat perkelahoan dengannya itu.

"Mereka juga tidak kenal saya, tapi mengaku timses yang mendoakan saya hingga terpilih menjadi bupati," katanya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bupati Aceh Barat Jelaskan Kronologi Duel dengan Penagih Utang", .

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved