Yogyakarta

Diduga Jadi Korban Bullying, Siswa SD Asal Sleman Dirawat di RS Bethesda

RS Bethesda merawat pasien anak laki-laki usia 9 tahun yang memiliki kronologi rujukan sama seperti dengan cuitan twitter yang viral.

Diduga Jadi Korban Bullying, Siswa SD Asal Sleman Dirawat di RS Bethesda
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda Adhiyanto Priambodo saat memberikan keterangan kepada media 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beredar sebuah utas di Twitter yang bercerita tentang seorang siswa di Sleman yang diduga mendapatkan tindak kekerasan oleh kakak kelasnya di sekolah.

Akibat tindak kekerasan tersebut, korban harus mendapatkan penanganan medis.

Cerita tersebut di-posting oleh pemilik akun Twitter @Mummy_Nduty pada 19 Februari 2020 dalam bentuk sebuah screenshot percakapan pesan WhatsApp.

Cuitan tersebut juga menceritakan bahwa korban sempat dibawa ke RSKIA Sadewa yang kemudian dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta. 

BREAKING NEWS : Perundungan Terjadi di SD di Daerah Sleman, Sekda DIY Sebut Ini Masalah Serius

Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda, Adhiyanto Priambodo membenarkan bahwa RS Bethesda telah merawat pasien anak laki-laki usia 9 tahun berinisal SAGH yang memiliki kronologi rujukan sama seperti dengan cuitan twitter tersebut.

"Kecocokannya itu soal rujukannya, jadi dirujuk dari Sadewa ke RS Bethesda. Kaitannya dengan rujukan Bethesda, ada satu pasien anak-anak umurnya 9 tahun masuk ke RS Bethesda lewat IGD, kemudian rawat inap tapi sebelumnya dilakukan operasi dan saat ini masih mondok di ruang anak-anak. Jadi pasien ini cocok artinya matching dengan cerita yang di sosial media. Alamatnya cocok dengan yang diceritakan (di sosial media)," ujarnya saat menggelar jumpa pers, Jumat (21/2/2020).

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Adhiyanto mengatakan, pasien dirujuk dari RSKIA Sadewa ke RS Bethesda pada 13 Februari.

Lanjut dia, korban dirujuk ke RS Bethesda lantaran rumah sakit sebelumnya tidak dapat menangani korban sehingga harus dirujuk.

Namun pihaknya tidak mengetahui pasti terkait diagnosa maupun kondisi korban saat dibawa ke RS Bethesda.

"Masuk (RS Bethesda) 13 Februari, operasinya malamnya. Operasi di bagian perut ditangani dua dokter, dokter spesialis bedah anak dan dokter spesialis anak. Kaitannya dengan diagnosa kami sampai siang ini belum ketemu dengan dokter yang mengoperasi dalam hal ini saya belum bisa menyampaikan dengan diagnosa," paparnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved