Siang Ini Hasil Investigasi Soal Harun Masiku Diumumkan di Kantor Kemenkumham

Siang Ini Hasil Investigasi Soal Harun Masiku Diumumkan di Kantor Kemenkumham

Siang Ini Hasil Investigasi Soal Harun Masiku Diumumkan di Kantor Kemenkumham
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Konferensi pers di Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Penyebab terlambatnya data kedatangan mantan caleg PDI P Harun Masiku hingga berujung pencopotan Dirjen Imigrasi, Ronny Sompie oleh Menkumham Yasonna Laoly akan diumumkan Rabu (19/2/2020) hari ini.

Investigasi terkait dengan terlambatnya data soal kedatangan Harun Masiku ke Tanah Air tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Inspektorat Jenderal Kemenkumham, Direktorat Siber Kaareskrim Polri, Badan Siber Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Keberadaan Harun Masiku sempat menjadi polemik lantaran Ditjen Imigrasi Kemenkumham terlambat menginformasikan bahwa Harun telah tiba di Indonesia, padahal Harun merupakan buronan KPK dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu.

"Betul mas (hari ini pengumuman hasil investigasi tim gabungan)," kata Kasubbag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Ahmad Nursaleh kepada Kompas.com.

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com, hasil investigasi akan diumumkan lewat konferensi pers yang digelar pada Rabu siang nanti di Kantor Kemenkumham.

Kemenkumham membentuk tim gabungan independen untuk menelusuri keberadaan Harun Masiku yang dikabarkan sudah kembali dari Singapura ke Indonesia.

"Menindaklanjuti situasi yang berkembang akhir-akhir ini dan menimbulkan berbagai asumsi dari adanya kesimpangsiuran dan spekulasi mengenai keberadaan Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan saat ini berstatus DPO, dengan ini Inspektorat Jenderal akan membentuk tim gabungan yang bersifat independen," kata Inspektur Jenderal Kemenkumham Jhoni Ginting dalam konferensi pers di Gedung Kemenkuham, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).

MAKI Sediakan Iphone 11 bagi Warga yang Bisa Berikan Informasi Keberadaan Harun Masiku dan Nurhadi

Tim gabungan terdiri dari Inspektorat Jenderal Kemenkumham, Direktorat Siber Kaareskrim Polri, Badan Siber Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Ombudsman RI.

Namun, belakangan Ombudsman menyatakan tidak akan bergabung dengan tim tersebut karena Ombudsman merasa sebagai lembaga pengawas yang tidak dapat bergabung dalam tim bentukan pemerintah.

Jhoni menyebut, tim ini dibentuk untuk mengungkap fakta mengenai masuknya Harun dari Singapura ke Indonesia.

Halaman
12
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved