Breaking News:

Razia Miras Polresta Yogyakarta

Polresta Yogyakarta Sita 203 Botol Miras di Lima Lokasi

Sat Sabhara Polresta Yogyakarta berhasil menyita ratusan botol minuman keras (miras) dari hasil kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

Tribun Jogja
BERALKOHOL - Ratusan botol minuman keras (miras) yang berhasil diamankan oleh Sat Sabhara Polresta Yogyakarta, Rabu (19/2). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sat Sabhara Polresta Yogyakarta berhasil menyita ratusan botol minuman keras (miras) dari hasil kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) sepanjang Januari hingga pertengahan Februari 2020.

Lewat operasi rutin tersebut aparat menyita sebanyak 203 botol miras dengan berbagai merek, serta menangkap 43 orang baik penjual maupun pembeli dari lima tempat yang berbeda. 

Adapun kelima lokasi itu meliputi Gondokusuman dengan empat botol miras pada 19 Januari, Gedongtengen 88 botol pada 29 Januari, Mantrijeron dengan 72 botol miras pada 7 Februari, dan Bausasran dua botol miras pada 13 Februari lalu.

"Yang terakhir kami amankan di Umbulharjo dengan total 37 botol miras serta tiga orang masing-masing berperan sebagai penjual dan pembeli," kata Kompol Sukamto, Kasat Sabhara Polresta Yogyakarta dalam hasil ungkap yang digelar Rabu (19/2).

Sukamto menjelaskan, sejumlah pengamanan yang dilakukan tersebut berawal dari adanya laporan dari masyarakat. Pihaknya menindaklanjuti laporan hingga berhasil mengamankan ratusan botol miras.

Sementara, pada lokasi yang berada di Umbulharjo, Sat Sabhara mendapati pembeli yang tengah menenteng botol miras. Dari temuan tersebut dilakukan pengembangan hingga berhasil menemukan penjual dan mengamankan tiga orang tersebut.

"Langsung kita tanya belinya dimana dan kita amankan berikut barang bukti," ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, beberapa hasil operasi tersebut sudah diserahkan ke pengadilan dan dilakukan sidang tindakan pidana ringan (tipiring) dengan putusan yang bervariasi dengan sangkaan melanggar pasal ketertiban umum serta Perda Kota Yogyakarta nomor 7 tahun 1953 tentang larangan penjualan miras.

"Ada yang Rp200 ribu, ada juga yang Rp20 juta atau subsider kurungan," imbuhnya.

Sukamto menyatakan, pihaknya akan terus melaksanakan program KRYD dengan berkolaborasi dengan berbagai lintas satuan guna menekan bentuk kejahatan serta menentukan rasa aman kepada masyarakat.

"Hasil dari pengembangan dan juga beberapa kasus biasanya kejahatan cenderung dipicu lewat konsumsi miras," imbuhnya. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved