Kabar Baik Untuk Kreator Konten! IGTV Bakal Dimonetisasi, Ladang Uang Baru Saingi YouTube?

Instagram sedang mengembangkan monetisasi untuk IGTV, agar para konten kreator termotivasi untuk lebih kreatif di platform ini.

https://battenhall.net
IGTV. 

TRIBUNJOGJA.COM - Para kreator konten akan bisa memonetisasi IGTV. Instagram sedang mengembangkan satu fitur yang bernama Instagram Partner Program, yang dapat membuat para kreator mendapatkan uang dengan menampilkan iklan bersama dengan video-video mereka.

Selama ini, fitur IGTV memang dapat mengunggah video-video di atas satu menit, namun berbeda dari YouTube, video yang diunggah melalui IGTV tidak dapat menghasilkan uang atau dimonetisasi.

Dengan memberikan pengembangan bisnis di dalam aplikasi media sosial ini, Instagram berharap para pembuat konten bisa menghasilkan pendapatan dari IGTV, sehingga termotivasi untuk menghasilkan konten yang berkualitas.

Dikutip Tribunjogja.com dari laman TechCrunch.com, Selasa (18/2/2020), fitur ini berpotensi memiliki cara kerja yang mirip dengan Facebook Watch, di mana produser video mendapat pembagian pendapatan 55 persen dari "Ad Break" yang disisipkan dalam video mereka.

Hanya sekitar 7 juta dari miliaran pengguna Instagram yang mengunduh aplikasi IGTV. Progresnya dirasa kurang maksimal, dan kebanyakan video di halaman "Populer" berisi cuplikan video YouTube atau video clickbait.

Berbeda dengan YouTube yang digarap dengan kualitas baik, video-video di IGTV dianggap biasa saja. Maka, pilihan monetasi ini diharapkan dapat menjadi wadah baru para pembuat konten untuk turut meramaikan dan menggarap serius video di IGTV dengan kualitas bagus.

Sayangnya, belum ada informasi kriteria akun yang bisa memonetisasi IGTV mereka. 

Soal perilisan, masih belum ada informasi resmi karena fitur ini sedang dikembangkan. Ada banyak alternatif pilihan, bisa jadi akan diluncurkan dalam beberapa bulan, atau bahkan tahun lagi. Kemungkinan juga tidak jadi diluncurkan. Instagram masih terus mengembangkan dan mengkaji.

CEO Instagram, Adam Mosseri membenarkan dalam cuitannya di Twitter pada 7 Februari lalu, "Bukan rahasia lagi bahwa kami telah mengeksplorasi ini. Kami pertama-tama fokus untuk memastikan produk memiliki landasan - selain itu akan ada monetisasi di tempat pertama. IGTV masih dalam masa-masa awal, tetapi terus berkembang sehingga kami mengeksplorasi lebih banyak cara untuk membuatnya berkelanjutan bagi para pembuat konten."

( Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved