Breaking News:

Bisnis

Harga Bawang Putih Tinggi, Namun Belum Akan Ada Operasi Pasar

Disinggung soal masih tingginya harga bawang putih di Gunungkidul dan rencana operasi pasar, Hilman mengatakan masih akan dipantau terlebih dulu.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Bawang putih yang diperjualbelikan di Pasar Beringharjo, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga bawang putih masih terpantau tinggi di beberapa daerah seperti di Gunungkidul, Minggu (16/2/2020).

Namun tingginya harga tersebut masih akan dipantau pekan ini oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan.

Ia mengatakan, pihaknya memantau harga bawang putih di beberapa pasar di Yogyakarta sudah mulai turun.

Pasokan Bawang Putih di Gununkidul Menurun, Disperindang Bergantung Pasokan dari Luar Daerah

"Berdasarkan pemantauan terakhir di beberapa pasar di kota Yogya, harga bawang putih cenderung turun, harganya masih di 40 ribu sampai 50 ribu rupiah untuk jenis kating," ujarnya pada Tribun Jogja, Minggu (16/2/2020) petang.

Disinggung soal masih tingginya harga bawang putih di Gunungkidul dan rencana operasi pasar, Hilman mengatakan masih akan dipantau terlebih dulu.

"Belum (operasi pasar), masih dipantau," tuturnya.

Pihaknya berharap harga bawang putih segera stabil kembali pekan ini. Sehingga, operasi pasar tidak perlu dilakukan.

TPID DIY : Operasi Pasar Jadi Opsi Jika Harga Bawang Putih Masih Tinggi

"Kita lihat minggu ini ya, semoga harganya segera stabil kembali," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, beberapa pekan terakhir harga bawang putih di DIY tidak stabil dan cenderung tinggi.

Hal tersebut dikarenakan dibatasinya impor dari Cina karena wabah virus corona atau Covid-19.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved