Sport

ASEAN Paragames Kembali Ditunda, NPC DIY Beri Dukungan Moril untuk Atlet

Ajang ASEAN Para Games (APG) di Manila yang seharusnya digelar pada Maret 2020 kembali diundur karena ancaman virus corona.

ASEAN Paragames Kembali Ditunda, NPC DIY Beri Dukungan Moril untuk Atlet
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Ajang ASEAN Para Games (APG) di Manila yang seharusnya digelar pada Maret 2020 kembali diundur karena ancaman virus corona.

Sebagaimana diketahui, Filipina sebagai negara tuan rumah APG kembali memundurkan pelaksanaan tanpa batas waktu yang urung ditentukan.

Pembatalan ini merupakan yang kedua kali setelah hal serupa terjadi pada Januari 2020.

Dukungan moril diberikan National Paralympic Committee (NPC) DIY kepada para atletnya yang saat ini tergabung dalam Pelatihan Nasional (Pelatnas) APG di Solo.

Meski belum diketahui hingga kapan penundaan APG, namun melalui dukungan moril tersebut diharapkan para atlet tetap fokus berlatih.

Atlet DIY Penyumbang Medali di Asian Para Games 2018 Diharapkan Terus Berlatih

Ketua Umum (Ketum) NPC DIY, Hariyanto menjelaskan, ada sembilan atlet DIY yang bergabung di program Pelatnas APG di Solo.

Kesembilan atlet asal DIY yang tergabung di Pelatnas APG yakni, M Abror, Ninik Umardyani, Tuwariyah dari cabor panahan. Kemudian Sudartatik (bowling), Nur Fendi, Andi Santoso (goal ball), Dwi Hajiyanto (tenis meja), serta Yulianto dan Danu Kuswantoro (basket).

"Kami terus memberikan dukungan moral agar semuanya tetap semangat menjalani program Pelatnas, karena ini sudah masuk ranah NPC pusat maka kami hanya bisa memberikan semangat bagi kawan-kawan kami semua untuk terus fokus mempersiapkan diri ke ajang APG besok," kata Hariyanto.

Hariyanto tak memungkiri penundaan pelaksanaan APG sangat merugikan bagi atlet. Pasalnya, hal tersebut mempengaruhi program latihan yang selama ini telah disusun dan dijalani.

Jelang Porda dan Peparda DIY 2019, Pemkot Yogyakarta Termotivasi Asian Games dan Asian Paragames

Kabar yang beredar, Filipina selaku tuan rumah memberikan dua opsi penyelenggaraan APG, yakni digelar mulai 17 Mei atau mulai 26 Mei 2020 mendatang.

Menilik dua opsi tersebut, keputusan tentu kembali bergantung pada negara-negara peserta.

Namun bila melihat dari dua opsi yang ada, kemungkinan Pelatnas yang saat ini telah berjalan akan kembali diperpanjang dibandingkan akan dihentikan terlebih dahulu sembari menunggu kepastian jadwal.

Sebab, jika pelaksanaan Pelatnas ditunda, hal ini dirasa tidak efektif dan dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar. Terlebih, saat ini persiapan para atlet sudah maksimal dan hampir siap tanding.

"Jadi, saat ini kawan-kawan kita yang di Pelatnas masih menunggu kabar kepastiannya. Tapi mereka tetap semangat berlatih," jelas Hariyanto.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved