Vaksin Polio di Puskesmas Habis

Vaksin Polio di Puskesmas Bantul Kosong, Pemkab Alokasikan Rp50 Juta untuk Beli 1.400 Dosis

Vaksin polio di sejumlah Puskemas di Kabupaten Bantul terjadi kekosongan sejak lima bulan terakhir.

Vaksin Polio di Puskesmas Bantul Kosong, Pemkab Alokasikan Rp50 Juta untuk Beli 1.400 Dosis
sehatnegeriku.kemkes.go.id
Ilustrasi pemberian vaksin Polio 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Vaksin polio di sejumlah Puskemas di Kabupaten Bantul terjadi kekosongan sejak lima bulan terakhir.

Belum ada kepastian dari Pusat kapan vaksin kembali tersedia.

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kesehatan, akhirnya mengalokasikan anggaran khusus senilai Rp 50 juta, untuk pengadaan vaksin tersebut.

"Kita membeli sekitar 1.400 dosis. Anggarannya dicover dari APBD. Karena bagaimana pun negara harus hadir. Sekarang masih dalam proses pengadaan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Rahardjo.

Menurut dia, vaksin polio merupakan salah satu imunisasi dasar untuk Bayi yang kewenangan pengadaanya dari Kementerian Kesehatan.

Sampai sekarang, memang ada keterlambatan droping dari pusat sehingga terjadi kekosongan.

Sebab itu, pihaknya melakukan pembelian sebagai backup, untuk mengatasi kekosongan di daerah.

"Dawuh dari Bapak Bupati, khusus bayi yang baru lahir dan keadaan darurat sampai dengan umurnya mendapatkan vaksin, maka akan diberikan vaksin," terang dia.

Sebanyak 1.400 dosis vaksin polio yang saat ini dalam tahap pengadaan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul, nantinya dapat mengcover untuk 1.400 bayi.

Dinkes DIY Anggarkan Rp440juta untuk Pengadaan Vaksin Polio

Jumlah tersebut memang masih relatif kecil.

Namun demikian Agus menegaskan bahwa jumlah tersebut hanya untuk backup cadangan, karena dimungkinkan, awal Maret droping vaksin dari Pusat sudah turun ke daerah.

"Informasinya awal Maret, droping dari Pusat sudah ada," ucap dia.

Vaksin Polio di Kota Yogyakarta Habis Sejak Pertengahan 2019

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, Tri Wahyu Joko Santoso mengatakan, meskipun vaksin polio saat ini masih kosong, masyarakat sebaiknya tidak perlu khawatir.

Karena, menurut dia, bagi bayi yang dilahirkan tahun 2019, masih aman jika ada keterlambatan pemberian vaksin sampai dengan batas usia bayi 59 bulan, atau 5 tahun kurang satu bulan.

"Jadi, tidak masalah jika nantinya ada keterlambatan pemberian vaksin. Masih aman. Masyarakat nggak usah resah," ucap dia. ( Ahmad Syarifudin | Tribunjogja.com )

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved