Yogyakarta

Gerakan Susur Sungai Dapat Cegah Banjir

Bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di tanah air sebenarnya bisa dicegah dan dikurangi dengan cara melakukan gerakan susur sungai.

Gerakan Susur Sungai Dapat Cegah Banjir
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Pakar Manajemen Sungai UGM, Prof. Dr. Ir. Agus Maryono 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di tanah air sebenarnya bisa dicegah dan dikurangi dengan cara melakukan gerakan susur sungai.

Hal itu diungkapkan oleh Pakar Manajemen Sungai UGM, Prof. Dr. Ir. Agus Maryono, Jumat (14/2/2020).

Gerakan ini menurutnya harus melibatkan semua pihak termasuk unsur masyarakat untuk mengetahui kondisi hulu sungai apabila terjadi sumbatan.

Angin Kencang dan Hujan Lebat Landa Kawasan Pusat Kota Yogya

“Banjir bandang bisa dicegah dengan gerakan susur sungai serta memberdayakan masyarakat,” tuturnya.

Gerakan susur sungai bukan sekadar menengok keadaan kondisi sekitar sungai melainkan melakukan kegiatan bersih sungai dari timbunan kayu, sampah dan longsor di tebing sungai.

Sebab, sebagian besar penyebab banjir bandang dikarenakan adanya sumbatan di daerah hulu sungai.

“Sekitar 90 persen karena sumbatan,” katanya.

BREAKING NEWS: Hujan Deras Disertai Angin Mengguyur Jogja

Gerakan susur sungai menurutnya tidak hanya mengantisipasi terjadinya bencana banjir bandang, namun memberikan dampak positif lainnya bagi masyarakat dan pemerintah.

Ia menuturkan dengan menyusuri sungai akan diketahui potensi sungai di daerah masing-masing dari temuan sumber mata air baru, sumber listrik, potensi obyek wisata hingga mengetahui ada tidaknya sumber bahan baku galian tambang.

“Setelah susur sungai biasanya didiskusikan dan masyarakat akan bisa paham tentang potensi sungai. Sekarang banyak daerah yang punya sungai tapi tidak paham potensinya,” ungkapnya.

Dua Kawasan Kumuh di Bantaran Sungai Gajahwong Yogyakarta Disulap Jadi Destinasi Wisata Susur Sungai

Ia mencontohkan beberapa daerah yang berhasil melakukan gerakan susur sungai yang menjadikan area sepanjang sungai menjadi bersih sekaligus menjadi lokasi obyek wisata dan rekreasi yakni sungai Batu Bulan di Ambon dan Kali Pusur di Klaten.

“Sungai di sana menjadi bersih dan jadi lokasi objek wisata baru. Sekali lagi, gerakan susur sungai cegah banjir bandang dan meningkat kesejahteraan ekonomi masyarakat," tutur dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved