Yogyakarta

Haul Gus Dur Jadi Peringatan untuk Menyegarkan Ajaran Gus Dur

Satu Dekade Haul Gus Dur digelar di Pondok Pesantren Nurul Ummahat, dengan kegiatan Tahlil keliling Pesantren, pada hari Kamis (13/2/2020).

Haul Gus Dur Jadi Peringatan untuk Menyegarkan Ajaran Gus Dur
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Peringatan satu dekade Haul Gus Dur, dengan kegiatan Tahlil keliling di Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kamis (13/2/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu dekade Haul Gus Dur diperingati sebagai sarana untuk menyegarkan kembali masyarakat dengan ajaran-ajaran Gus Dur dalam kemanusiaan.

Satu Dekade Haul Gus Dur digelar di Pondok Pesantren Nurul Ummahat, dengan kegiatan Tahlil keliling Pesantren, pada hari Kamis (13/2/2020) pukul 20.00.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kiai Abdul Muhaimin mengatakan, ajaran-ajaran Gus Dur seharusnya dapat digunakan sebagai pijakan masyarakat Indonesia. 

Dimana Ajaran Gus Dur yang humanis tanpa memandang seseorang atau masyarakat dari agama maupun etinis, hingga saat ini Gus Dur mendapat gelar bapak Tionghoa.

Mengenang Gus Sholah, Ini Perjalanan dan Profil Adik Gus Dur

"Saya inginnya Haul Gus Dur diperingati tiap tahun, sehingga inspirasi yang diberikan Gus Dur tidak terputus ditengah situasi yang kaotis secara nasional maupun Internasional," katanya, Kamis (13/2/2020).

Dirinyanjuga berharap pemikiran-pemikiran Gus Dur dapat digaungkan kembali dan menjadi titik pijak dalam semua komponen bangsa baik itu politik, sosiologis, hingga etnis.

"Kita membutuhkan sosok Gus Dur, dimana inti dari ajaran Gus Dur adalah kemanusiaan sesuai dengan ajaran Islam. Karena kemanusiaan dalam ajaran Islam adalah ajaran isu kemanusiaan adalah yang paling final," ungkapnya.

"Gus Dur itu sangat humanis, saya temukan itu dari respon respon Gus Dur. Seperti respon Gus Dur 'saya memaafkan tetapi tidak lupa', itukan respon yang sangat humanis," imbuhnya.

Ketua pelaksana Haul Gus Dur, Baru Tohir menambahkan, kegiatan Tahlil Keliling Pesantren merupakan satu diantara rangkaian acara haul Gus Dur yang dimulai dari tanggal 16 Januari dan puncaknya diperingati pada 27 Februari mendatang, di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

"Hingga tanggal 26 Februari akan ada beberapa rangkaian yaitu tahlil, bedah pemikiran Gus Dur, Festival kampung, dan Urban fest," katanya.

Ia menyampaikan ajaran-ajaran Gus Dur yang bisa dicontoh adalah Gus Dur melihat manusia itu secara utuh tanpa ada sekat, atau label-label sehingga tidak timbul kebencian.

"Gus Dur melihat manusia secara utuh tanpa adanya sekat maupun label. Kita ini sama-sama manusia yang ingin berbuat baik, keragaman itu yang bisa dicontoh dari Gus Dur karena Gus Dur diterima oleh berbagai kelompok," ucapnya.

Menurutnya, ajaran tersebut yang seharusnya kembali digaungkan dan dicontoh oleh masyarakat Indonesia.

"Jadi sekat antara satu kelompok dengan lainnya itu tidak ada, kita sama-sama manusia. Kita harusnya membangun jembatan-jembatan antara kelompok satu dengan lainnya, itu juga menjadi tujuan Haul Gus Dur ini," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved