Pilkada 2020

PAN Gagas Terbentuknya 'Koalisi Milenial' di Pilkada Bantul

Partai Amanat Nasional (PAN) justru sedang menggagas terbentuknya Koalisi Milenial.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Ketua DPD partai PAN Bantul, Mahmud Ardi Widanto menunjukkan surat rekomendasi dari DPP PAN. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Berbeda dengan Partai Gerindra yang berkeinginan menghidupkan kembali Koalisi Merah Putih di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bantul, Partai Amanat Nasional (PAN) justru sedang menggagas terbentuknya Koalisi Milenial.

Koalisi ini disebut-sebut sebagai koalisi alternatif yang akan diisi oleh figur muda.

"Kami menggagas adanya koalisi milenial itu. Karena kita butuh anak-anak muda agar tampil, (maka) diberikan kesempatan," kata Ketua DPD PAN Bantul, Mahmud Ardi Widanto, Rabu (12/2/2020).

Menurut Ardi, berdasarkan data dari konsultan yang diminta untuk survei, elektabilitas bakal calon Bupati incumbent di Kabupaten Bantul masih rendah.

Bahkan, kata dia, angkanya di bawah 50 persen. Artinya figur muda yang saat ini banyak bermunculan sebagai bakal calon Kepala Daerah di Bumi Projotamansari memiliki peluang yang sama.

Termasuk koalisi milenial yang sedang digagas oleh Partai Amanat Nasional. Ardi optimis masih bisa terbentuk dan peluangnya sama jika dibandingkan dengan bakal calon incumbent. Baik Suharsono maupun Abdul Halim Muslih.

"Incumbent tidak istimewa banget. Tidak ada yang istimewa. Semua peluangnya sama," ucap dia.

Suharsono Incar Lima Partai untuk Koalisi di Pilkada Bantul 

Duet Halim - Joko Purnomo Selangkah Lagi di Pilkada Bantul

Koalisi milenial ini, kata Ardi, akan mengajak partai yang belum menentukan arah koalisi. Salah satunya dengan partai Golongan Karya (Golkar). Dimana Ardi sudah mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Bupati di partai berlambang Beringin itu.

Antara PAN dengan Golkar, menurutnya, sudah membangun kedekatan cukup lama sehingga sudah ada chemistry, bahkan saat ini di Kabupaten Bantul, kata dia, sudah muncul lampu hijau. Ia berharap bisa segera membangun koalisi.

"Nanti calon pasangannya siapa, saya masih menunggu rekomendasi dari Golkar," tutur dia.

Selain dengan Golkar, Partai Amanat Nasional, dikatakan Ardi, membuka komunikasi untuk mengajak koalisi bersama - sama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) maupun Partai Bulan Bintang (PBB).

Partai-partai tersebut, dikatakan Ardi, sampai sekarang belum memberikan statement apapun mengenai arah dukungan.

 " Karena mereka menunggu adanya calon alternatif muncul di Pilkada Bantul," kata Ardi.

Nama Ardi Widanto dalam bursa Pilkada Bantul memang tidak asing. Dia menjadi satu-satunya bakal calon Kepala Daerah dari PAN. Tidak main-main, Ardi saat ini sudah mengantongi surat rekomendasi dari DPP PAN untuk maju sebagai bakal calon Bupati/Wakil Bupati.

Berbekal lima kursi legislatif, dirinya mengaku sudah diberikan mandat oleh partai berlambang matahari itu untuk mencari mitra koalisi. Surat rekomendasi yang ditanda tangani oleh Yandri Susanto, Ketua DPP PAN itu, menurut dia, bersifat melekat.

Artinya, siapapun Ketua Umum PAN yang terpilih dalam kongres di Kendari, Sulawesi Tenggara, kata Ardi, tidak akan mengubah peta politik di Bumi Projotamansari. Dirinya tetap menjadi bakal calon satu-satunya yang direkomendasikan PAN untuk maju Pilkada.

"Jadi, siapapun ketumnya (PAN), surat rekomendasi yang saat ini saya pegang jelas masih berlaku," ujar dia.(Tribunjogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved