Pengebom Ledakkan Tubuhnya Dekat Gerbang Akademi Militer Afghanistan

Pengebom bunuh diri meledakkan tubuhnya di dekat gerbang masuk Akademi Militer Kabul, Afghanistan, Selasa (11/2/2020)

Herald
Lokasi peledakan bom bunuh diri di gerbang Akademi Militer Afghanistan 

Pengebom Ledakkan Tubuhnya Dekat Gerbang Akademi Militer Afghanistan

TRIBUNJOGJA.COM, KABUL – Pengebom bunuh diri meledakkan tubuhnya di dekat gerbang masuk Akademi Militer Kabul, Afghanistan, Selasa (11/2/2020) pukul 07.00 waktu setempat.

Sekurangnya lima orang tewas, sejumlah lainnya terluka akibat serangan ini. Belum ada kelopok atau pihak yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan ini.

Dari lima korban tewas, dua warga sipil, tiga tentara Afghanistan yang bertugas di dekat Akademi Militer yang berlokasi di barat daya ibukota negara itu.

Sepak Terjang Seorang Mata-mata, Omar Nasiri Berhasil Masuk ke Sarang Mujahidin di Afghanistan

Cuaca saat kejadian Kabul dan sekitarnya diguyur hujan salju cukup tebal. Ambulans dan regu penolong terlihat bergegas menuju lokasi kejadian.

Menurut TOLO News Agancy mengutip sumber lokal, pengebom bunuh diri mengincar siswa dan staf akademi yang di waktu seperti itu sedang masuk ke kampus.

Situs berita Russia Today melaporkan, guncangan ledakan bisa dirasakan dan terdengar dari jarak cukup jauh dari kampus Marshal Fahim itu.

Juru bicara Kementerian Dalam Negri Nasrat Rahimi menjelaskan selain lima korban tewas, ada 12 orang lainnya luka-luka. Di antara korban luka itu lima di antaranya non-kombatan.

Mohammad Fahim atau Marshal Fahim dijadikan nama kampus akademi militer. Nama itu untuk mengenang jenderal Afghanistan yang memimpin perlawanan terhadap Al Qaeda pascaserangan 9/11.

Ia meninggal dunia pada 2014. Serangan bunuh diri ini memperpanjang deretan kejadian yang menunjukkan rentannya situasi di Afghanistan.

Beberapa hari lalu, dua prajurit komando AS tewas di Nangarhar, ketika seorang anggota polisi Afghanistan mengobral tembakan ketika pasukan khusus itu menunggu jemputan helikopter.

Tujuh anggota pasukan khusus Afghanistan juga terluka dalam insiden mematikan ini. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan dari dalam ini.

Namun kelompok bersenjata Taliban serta elemen ISIS diketahui aktif beroperasi di kawasan pegunungan ini.

Pasukan AS terjun ke Afghanistan setelah serangan mematikan ke News York dan Washington pada 11 September 2000.

Setelah menewaskan Osama bin Laden di Abotabad, Pakistan, kini masih ada 13 ribu prajurit AS ditugaskan di berbagai front di Afghanistan.(Tribunjogja.com/ xna)

Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved