Liga Indonesia
PSS Sleman Tetap Kompak Meski Alami Perubahan Komposisi Pemain
Pemain bertahan PSS Sleman, Derry Rachman Noor menyebut jika tim kebangaan bumi Sembada itu tetap kompak meski mengalami perubahan komposisi pemain da
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemain bertahan PSS Sleman, Derry Rachman Noor menyebut jika tim kebangaan bumi Sembada itu tetap kompak meski mengalami perubahan komposisi pemain dari musim sebelumnya.
Seperti diketahui, PSS Sleman menjadi satu diantara kontestan Liga 1 2020 yang banyak melakukan bongkar pasang pemain.
Hampir separuh penggawa Super Elang Jawa melakukan eksodus besar-besaran dan berlabuh ke klub baru pada kompetisi kasta tertinggi musim ini.
Sejumlah nama yang berperan vital pada musim lalu di PSS Sleman seperti, Brian Ferreira, Dave Mustaine, Haris Tuharea, Kushedya Hari Yudo, Ikhwan Ciptady, Sidik Saimima hingga Rangga Muslim Perkasa memilih hengkang dari klub berlogo candi itu.
Tak sampai disitu, sang juru taktik Seto Nurdiyantoro juga diganti oleh pelatih baru pada musim ini.
• Seusai Jalani TC di Jakarta, PSS Sleman Sambung Latihan di Sleman
Meski begitu, pemilik nomor punggung 69 di PSS Sleman, Derry Rachman Noor menegaskan jika tim PSS tetap solid dan telah melakukan latihan keras untuk menyatukan visi kedepan.
"Kalau suasana kebersaamaan kita tetap aja sama kekeluargaanya," ujar eks PSMP Mojokerto itu pada Tribunjogja.com, Senin (10/2/2020).
Pemain yang tampil pada 21 laga PSS Sleman di musim 2019 itu juga tidak menampik jika awalnya ada beberapa perbedaan suasana karena skuad PSS Sleman musim ini diwarnai oleh wajah-wajah anyar.
Seperti, Aaron Evans yang didatangkan dari PSM Makassar, I Gede Sukadana (Kalteng Putra), Fitra Ridwan (Persija Jakarta), Samsul Arifin (Persela Lamongan), Dendi Agustan Maulana (Kalteng Putra) dan Arthur Irawan (Perseru Badak Lampung FC).
• PSS Sleman Dikabarkan Berhasil Datangkan Irfan Bachdim, CEO PSS : Sabar Nanti Ada Waktunya
Namun seiring dengan berjalannya waktu penggawa Laskar Sembada mulai mendapatkan kekompakan dibawah juru taktik anyar Eduardo Perez.
"Perbedaan pasti ada, karena kan banyak juga yang baru masuk ketim dan yang lama juga banyak yang keluar, cuman kalau suasana kebersaamaan kita tetap aja sama kekeluargaanya," ujar dia.(TRIBUNJOGJA.COM)