Gunungkidul

Perusahaan Tambang di Gunungkidul Tersandung Kasus, Ratusan Karyawan Menanti Putusan Hukum

Nasib ratusan karyawan sebuah perusahaan tambang di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul menggantung.

Perusahaan Tambang di Gunungkidul Tersandung Kasus, Ratusan Karyawan Menanti Putusan Hukum
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Nasib ratusan karyawan sebuah perusahaan tambang di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul menggantung.

Pasalnya perusahaan tempat mereka bekerja tersandung kasus penambangan ilegal.

Kabid Tenaga Kerja Disnakertrans Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan saat ini pihaknya sudah melaporkan masalah tersebut ke Dewan Pengawas Disnakertrans DIY.

"Terdapat 212 karyawan perusahaan tersebut, terdiri atas 205 pekerja laki-laki dan 7 perempuan," kata Ahsan dihubungi pada Senin (10/02/2020).

Terkendala Jarak, Korban Klitih Asal Gunungkidul Ini Enggan Buat Laporan Polisi

Hingga saat ini, Disnakertrans Gunungkidul masih terus melakukan komunikasi dengan para karyawan.

Pembicaraan terutama terkait perjanjian kerja.

Sebab menurut Ahsan, dalam perjanjian kerja disebutkan masalah pesangon bagi para karyawan.

Hal tersebut juga sesuai dengan Pasal 37 UU No. 13/2003 tentang Tenaga Kerja.

"Selebihnya kami juga masih menunggu proses hukum di Polda DIY seperti apa," ujarnya.

Beberapa waktu lalu Ditreskrimsus Polda DIY bersama Polres Gunungkidul berhasil mengungkap adanya perusahaan tambang ilegal di Kecamatan Ponjong.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Perusahaan tersebut diketahui sudah menjalankan aktivitas penambangan selama sekitar 16 tahun, namun tanpa izin dan dokumen legal.

Lewat penggerebekan yang dilakukan pada akhir Januari lalu, polisi menetapkan PPTA (57) dan SS (63) sebagai tersangka.

Selain itu, dua ekskavator dan dua dump truck Turut diamankan sebagai barang bukti.

"Pabrik tersebut juga diputuskan untuk ditutup secara operasional," kata Kasubdit IV Poster Ditreskrimsus Polda DIY AKBP M Qori Okto Handoko melalui keterangan resminya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved