Gunungkidul

Kosong Sejak September, Warga Yogyakarta Harus Beli Vaksin Polio di Klinik Swasta

Vaksin Polio jenis injeksi atau IPV disebut mengalami kekosongan saat ini, warga yang membutuhkan pun mesti membeli di klinik swasta.

Kosong Sejak September, Warga Yogyakarta Harus Beli Vaksin Polio di Klinik Swasta
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Vaksin Polio jenis injeksi alias Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) disebut mengalami kekosongan saat ini.

Warga yang membutuhkan pun mesti membeli vaksin tersebut di klinik swasta.

Kasi Surveillance dan Imunisasi Drg Fransisca Niken Widyawati mengatakan pengadaan IPV merupakan wewenang pemerintah pusat.

"Sejak September sampai sekarang, dari pusat mengatakan IPV masih kosong," kata Niken di kantornya, Senin (10/02/2020).

Perusahaan Tambang di Gunungkidul Tersandung Kasus, Ratusan Karyawan Menanti Putusan Hukum

Kekosongan IPV juga disebabkan adanya kebijakan baru dari Menteri Kesehatan RI saat ini, yang menyebabkan pemesanan harus diulang melalui sistem E-Katalog.

Mau tidak mau, Niken mengatakan pihaknya menunggu pengadaan hingga saat ini.

Lantaran dari pemerintah mengalami kekosongan, Niken mengatakan Pemda DIY mengijinkan pihak swasta melakukan pengadaan sendiri.

Pihak tersebut seperti klinik atau praktek bidan.

Sebagai gambaran, menurut E-Katalog harga vaksin IPV dipatok Rp 190 ribu per unit.

Halaman
12
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved