Yogyakarta

Sutopo Senang Lihat Pemulung hingga Pedagang Pasar Baca Buku di Becak Pustaka

Tidak hanya berfungsi untuk mengantar penumpang, namun becaknya juga disulap sebagai tempat membaca.

Sutopo Senang Lihat Pemulung hingga Pedagang Pasar Baca Buku di Becak Pustaka
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Sutopo, tukang becak yang menyimpan 100 buku di becaknya agar bisa dibaca oleh penumpang dan teman seprofesinya, Sabtu (08/02/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nama Sutopo (73) pernah bersinar karena becaknya yang unik.

Tidak hanya berfungsi untuk mengantar penumpang, namun becaknya juga disulap sebagai tempat membaca.

Ada sekitar 100 buku tersimpan di becaknya, mulai dari buku sejarah, novel, motivasi, dan ilmu pengetahuan yang lain.

Meski usianya tak muda lagi, kakek kelahiran tahun 1947 itu tetap setia menenukini profesinya.

Pemda DIY Rancang Prototipe Becak Listrik Tanpa Kabel Gas Untuk Gantikan Becak Motor

Sebelum menjadi tukang becak, kakek lima cucu tersebut merupakan PNS TNI AD Kodim 0734 Yogyakarta.

Setelah pensiun sekitar 2003, ia pun memutuskan untuk menjadi tukang becak.

"Kalau sudah biasa kerja di luar, tidak enak kalau tidak ada kegiatan. Terus sekitar 2004 jadi tukang becak, biar sekalian olahraga. Saya beri rak seadanya, kemudian ada buku-buku untuk dibaca selama menunggu penumpang,"katanya saat ditemui Tribun Jogja, Sabtu (08/02/2020).

Ia memang gemar membaca, sehingga kebiasan itu pun dibawanya saat bekerja. A

tiga anak itu pun merasa prihatin, karena generasi muda lebih banyak menggunakan gadget, daripada membaca buku. U

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved