Breaking News:

Pendidikan

Yayasan Marsudirini Yogyakarta Menggelar Perayaan Imlek

Yayasan Marsudirini Yogyakarta menggelar perayaan Imlek bertajuk 'Imlekulata 2020' pada Jumat (7/2/2020) di SMP Maria Immaculata Marsudirini.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
IST
Yayasan Marsudirini Yogyakarta menggelar perayaan Imlek bertajuk 'Imlekulata 2020' pada Jumat (7/2/2020) di SMP Maria Immaculata Marsudirini 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yayasan Marsudirini Yogyakarta menggelar perayaan Imlek bertajuk 'Imlekulata 2020' pada Jumat (7/2/2020) di SMP Maria Immaculata Marsudirini.

Kegiatan bertema “Bersatu Dalam Keberagaman” ini berupaya untuk membangun toleransi antar siswa sekaligus sebagai sarana belajar bagi para siswa untuk bisa menghargai satu sama lain, terutama bagi mereka yang berbeda suku, agama, ras, dan budaya.

Acara diawali dengan penampilan barongsai di halaman sekolah dan dilanjutkan pawai barongsai keluar sekolah.

Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh pentas seni oleh siswa SMP Maria Immaculata Marsudirini.

Perayaan Satu Abad SD Marsudirini Yogyakarta

Panitia Acara E. Damas Lodang mengatakan tujuan penyelenggaraan kegiatan guna mempererat tali persaudaraan antar siswa, menjembatani keanekaragaman, membangun toleransi, meningkatkan kreativitas siswa dalam berekspresi, juga menambah pengetahuan dan wawasan budaya.

"Selain itumenanamkan prinsip kebersamaan dan saling menghormati antar sesama warga sekolah yang terdiri dari bermacam-macam suku, agama, maupun ras," ujarnya.

Kegiatan juga dimaksudkan untuk mengaplikasikan secara nyata mengenai pendidikan multikultural dan pendidikan karakter di sekolah.

Genap Berusia Satu Abad, SD Marsudirini Yogyakarta Luncurkan Gandhes Luwes

Diharapkan pula dengan perayaan tahun baru Imlek ini siswa mendapatkan pengalaman nyata bahwa Indonesia terdiri dari beraneka ragam budaya.

"Dengan mengalami secara langsung mengenai perbedaan budaya di lingkungannya, para siswa tidak akan tercerabut dari akar budayanya dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Selain itu pendidikan multikultural dapat digunakan sebagai landasan pengembangan kurikulum nasional agar bangsa Indonesia ini mempunyai pegangan untuk memperkuat identitas nasional," kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved