Pendidikan

Jurusan Arsitektur UII Raih Akreditasi Internasional Level Tertinggi

Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) kini resmi menyandang akreditasi internasional level tertinggi dengan status penuh, untuk periode

Jurusan Arsitektur UII Raih Akreditasi Internasional Level Tertinggi
IST
Ketua Jurusan Arsitektur UII, Noor Cholis Idham (kanan) menerima potongan tumpeng dari jajaran rektorat, sebagai ucapan selamat atas diperolehnya akreditasi internasional, di kampus setempat, Kamis (6/2/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) kini resmi menyandang akreditasi internasional level tertinggi dengan status penuh, untuk periode 2020-2026, melalui Korea Architectural Accrediting Board (KAAB) di bawah Canbera Accord.

Canbera Accord merupakan deklarasi kesetaraan global pada pendidikan professional arsitektur yang diratifikasi berbagai negara seperti Amerika Serikat (NAAB), Australia (RAIA), Kanada (CACB-CCCA), Tiongkok (NBAA), Korea Selatan (KAAB), Meksiko (COMAEA) dan Commonwealth Association (CAA). 

Di samping itu, Canbera Accord juga diakui oleh Perserikatan Arsitek Dunia (UIA) dan UNESCO di bawah Charter for Architectural Education.

Dengan demikian, institusi yang mendapatkan akreditasi dari salah satu lembaga di atas, otomatis telah diakui secara global.

 • Jurusan Arsitektur UII Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Akreditasi Internasional

Ketua Jurusan Arsitektur UII, Noor Cholis Idham pun mengatakan, pihaknya sudah memenuhi persyaratan  dengan membuka pendidikan arsitektertur lima tahun (4+1), serta pelaksanaan Program Profesi Arsitek (PPAr) di tahun ke lima, sejak 2014 silam. 

"PPAr ini sekaligus menyempurnakan program sarjana arsitektur dalam melahirkan arsitek sejak tahun 1987, dan beberapa kali mendapatkan akreditasi tertinggi dari DIKTI," katanya, Kamis (6/2/2020) siang.

Guna menunjang sistem pendidikan, sejumlah fasilitas berstandar global pun disediakan Arsitektur UII.

Mulai studio 24 jam, dengan konsultan arsitek professional, internasional program, hingga perpustakaan dengan lebih dari 7.500 koleksi arsitektural cetak.

"Bahkan, keperluan sehari-hari mahasiswa, untuk makan, mandi dan sebagainya, kami sediakan juga ya, agar mereka bisa merasakan seperti belajar di rumah sendiri dan senyaman mungkin," ucap Idham.

"Dengan skema seperti ini, mahasiswa memperoleh akses yang luas untuk menjadi arsitek professional dengan kualitas internasional. Alhasil, lulusannya mendapat serapan pasar yang baik," imbuhnya.

Mahasiswa Arsitektur Unisa Yogyakarta Raih Juara 3 pada Ajang Internasional di Cina

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, Arsitektur UII juga senantiasa meningkatkan kualitas dengan menyiapkan kurikulum terbaru, selaras era disrupsi 4.0.

Sehingga, proses pembelajaran terkini, dengan pemanfaatan IT yang sesuai karakter generasi mileneal, terus dimatangkan.

"Pembelajaran yang efektif, namun menyenangkan, adalah tujuan utama kami. Dengan demikian, generasi arsitek yang handal untuk masa depan, bisa tercipta dari sini," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved